Berita Kabupaten Banjar

Ketika Desa-desa di Kabupaten Banjar Tak Punya Sinyal Hp, Begini Hal-hal yang Bisa Terjadi

Ketiadaan sinyal telepon nirkabel ini kerap menghambat pekerjaan dan pelayanan publik lainnya.

Ketika Desa-desa di Kabupaten Banjar Tak Punya Sinyal Hp, Begini Hal-hal yang Bisa Terjadi
Istimewa
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kemajuan teknologi informasi belum dirasakan secara maksimal, kalau mau menelepon menggunakan handphone (Hp), warga sejumlah desa di Kabupaten Banjar harus ‘lari’ ke sana kemarin mencari sinyal ke tempat yang tinggi.

Ketiadaan sinyal telepon nirkabel ini kerap menghambat pekerjaan dan pelayanan publik lainnya. Setidaknya hal itu terjadi pada rapat di kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Banjar di Martapura, Senin (12/11) lalu, beragenda pembentukan forum Kelompok Tani Hutan (KTH). Dari sejumlah desa di Kecamatan Paramasan dan Telagabuntung yang diundang, perwakilan dari Desa Paramasanatas yang tak datang.

“Aparatur desanya kelupaan menyampaikan kepada warganya. Inilah antara lain dampak ketiadaan sinyal ponsel, komunikasi jadi sangat susah. Solusinya, nanti anggota KTH dari desa tetangga yang akan menjelaskan ke anggota KTH Paramasanatas,” kata petugas lapangan KPH Banjar, Agus Makhfudz.

Baca: Partai Nasdem: Tidak Ada Artinya Partai Menang, tetapi Pak Jokowi Kalah

Baca: Jadi Perawat Awalnya Sebagai Pelarian, Via Pun Sempat Takut Melihat Darah

Baca: Pengurus Apkasindo dan Petani Kotabaru Merasa Dipermalukan Sinarmas Group, Ini Penyebabnya

Agus, tenaga pendamping tiga desa di wilayah Kecamatan Paramasan dan satu desa di Kecamatan Telagabauntung, menuturkan ketiadaan sinyal Hp sering menyebabkan terlambatnya pelaksanaan kegiatan.
“Ketika berada di Paramasan, saya diminta segera mengirimkan laporan kegiatan. Meski tengah malam sekali pun, saya harus pergi ke Desa Lumpangi (HSS). Di sana ada sinyal. Saya harus menempuh perjalanan satu jam perjalanan berkendara untuk sampai di Desa Lumpangi,” ujarnya.

Agus mengatakan semua desa di Kecamatan Telagabauntung tak tersentuh sinyal nirkabel. “Di Kecamatan Paramasan, sinyal kadang ada di sekitar kantor kecamatan. Itu pun cuma bisa untuk internet terbatas seperti whatsapp (WA), sedangkan untuk menelepon tidak bisa,” ujarnya.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Aranio, dari 12 desa hanya di tiga desa yang sudah tersentuh sinyal nirkabel yakni di Ibukota Kecamatan (Desa Aranio), Tiwinganlama, dan Tiwinganbaru.
“Tapi juga belum sepenuhnya lancar. Di Tiwinganbaru bisa sedikit-sedikit, di Bunglai kadang juga ada sinyal di tempat tertentu,” kata Camat Aranio, Taufikurahman.

Taufikurahman mengakui, sulitnya akses komunikasi nirkabel tersebut cukup berdampak terhadap pelaksanaan sejumlah kegiatan, terutama ketika ada agenda rapat dadakan. “Untuk meminimalisasi keterbatasan itu, semua kades di Aranio telah disediakan alat komunikasi berupa handy talky (HT),” ujarnya.

HT pun, lanjut dia, kadang tak bisa berfungsi secara optimal. “Desa di Kecamatan Aranio juga belum tersedia jaringan listrik yang memadai. Umumnya memang telah ada penerangan listrik bersumber dari mesin generator (PLTD PLN), tapi sebagian besar pengoperasiannya hanya saat malam. Siangnya HT tak bisa difungsikan, karena listriknya tidak ada,” ujarnya.

Susahnya mendapatkan akses komunikasi seluler juga dirasakan Kepala Desa Salaman, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut, Sahrudin.

“Padahal jarak kantor desa dengan rumah hanya enam kilometer. Kalau sudah berada di Kantor Desa Salaman baru sinyal Hp muncul,” ujarnya.

Seksi Pengelolaan Saluran Komunikasi pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanahlaut, Mulyadi, mengatakan untuk Desa Salaman dan Desa Riamadungan sudah berdiri satu tower BTS. “Karena luas wilayah sehingga sinyal muncul dan tenggelam,” ujarnya.

Menurut Mulyadi, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanahlaut sudah melakukam pendataan di 11 wilayah kecamatan se Kabupaten Tanahlaut. Ternyata masih ada desa yang terkendala sinyal Hp.

“Kami melakukam pendataan itu karena diminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Kami laporkan kondisinya,” ujarnya.

Hai Guys! Berita ini ada juga di BANJARMASINPOST.CO.ID

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved