Suka Duka Pelihara Ikan Louhan

Pria Ini Sempat Tujuh Kali Gagal Membudidayakan Ikan Louhan

Pasalnya demi menghasilkan anak Ikan Louhan, Imam mengaku telah melewati proses pengawinan

Pria Ini Sempat Tujuh Kali Gagal Membudidayakan Ikan Louhan
banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Ikan louhan milik Imam Suriyani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dari pemelihara menjadi pembudidaya, begitulah proses usaha yang dilalui Imam Suriayani, warga Jalan Ir PM Noor Pelambuan Banjarmasin Barat Kalsel.

Bahkan dari kesukaannya tersebut kini tidak hanya memberikan ketenangan, melainkan juga penghasilan kepada ayah satu anak dan istri tersebut.

Meskipun bukan hal mudah juga dilalui Imam untuk meraih keberhasilan seperti saat sekarang ini.

Pasalnya demi menghasilkan anak Ikan Louhan, Imam mengaku telah melewati proses pengawinan koleksi ikannya sebanyak tujuh kali. Itu lantaran kegagalan justru lebih banyak ditemuinya.

Baca: Live Streaming PSS Sleman vs Persita Tangerang via Live Streaming TV One Babak 8 Besar Liga 2 2018

Tapi melalui kesabaran dan ketelatenan, kini Imam pun berhasil menangguk untung. Ratusan anak louhan jenis boomhead nampak memadati sebuah akuariumnya berukuran 1×0,5 meter.

Baca: Sarita Abdul Mukti Cabut Hak Asuh Anak dan Harta Gono Gini, Setelah Bercerai dengan Faisal Harris

Ikan tersebut menurut Imam bila diuangkan rata-rata bernilai puluhan hingga ratusan ribu meski berukuran sejempol tangan.

" Alhamdulillah. Tapi hasil ini bukan hal yang mudah saya peroleh. Karena sebelumnya, saya sempat gagal tujuh hingga delapan kali," jelasnya.

Baca: Fakta Meninggalnya Cucu Wiranto, Sebelum Anaknya Terpeleset di Kolam Sang Ayah Punya Firasat Ini

Imam juga sedikit memberikan tips kepada pemelihara yang ingin mengawinkan louhannya. Menurutnya ikan yang dikawinkan sebaiknya berusia satu tahun.

Kemudian, kedua ikan dalam hal ini pejantan dan betina terlebih dahulu ditempatkan dalam dua akuarium yang tembus pandang selama beberapa hari.

" Apabila pejantan tidak memperlihatkan sikap menyerangnya, melainkan sebaliknya. itu berarti sudah bisa dicampur. Untuk penetasan telur biasanya hanya 48 jam," terang Imam. (banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved