Fakta Hari Jumat dan Rabu Baiq Nuril, Mulai Peristiwa Hingga Surat untuk Presiden Jokowi

Baiq Nuril bersiap-siap bersama suami dan anak-anaknya untuk ke Desa Puyung, Lombok Tengah, kampung halamannya, Jumat (16/11/2018) siang.

Fakta Hari Jumat dan Rabu Baiq Nuril, Mulai Peristiwa Hingga Surat untuk Presiden Jokowi
KOMPAS.com/FITRI
Baiq Nuril Maknun menghapus air matanya saat ditemui di rumahnya di perumahan BTN Harapan Permai, Labuapi, Lombok Barat, Senin (12/11/2018). Nuril kecewa atas keputusan MA yang mengabulkan kasasi Kejaksaan Tinggi NTB, atas kasus pelanggaran UU ITE. 

BANJARMASINPOSR.CO.ID - Baiq Nuril bersiap-siap bersama suami dan anak-anaknya untuk ke Desa Puyung, Lombok Tengah, kampung halamannya, Jumat (16/11/2018) siang.

Kata Nuril, Jumat itu selalu punya makna baginya, karena pada Jumat selalu ada petunjuk akan langkah yang harus diambilnya.

Nuril juga punya catatan khusus soal Hari Rabu, yang dianggapnya sebagai hari penuh kebaikan.

"Saya sih menganggap semua hari baik, tetapi selalu hari Jumat itu ada saja peristiwa yang saya alami dan berbekas, seperti hari ini, Jumat ini saya menerima surat panggilan dari Kejaksaan Negeri Mataram, atas kasus UU ITE yang masih membelenggu saya," kata Nuril.

Baca: Live Streaming RCTI & Jadwal Timnas Indonesia vs Thailand Piala AFF 2018 Malam ini

Baca: Kronologi Penembakan Mobil Sriwijaya Air Oleh Orang Tak Dikenal, Sempat Kejar-kejaran di Tol

Baca: Hasil Pemeriksaan Bawaslu Soal Pidato Tampang Boyolali Prabowo Subianto Jelang Pilpres 2019

Baca: Link Live Streaming Barito Putera vs Mitra Kukar Liga 1 2018, Live Streaming O Channel Sore Ini

"Sebentar lagi saya berarti harus bersekolah, anak-anak sudah tahu, termasuk anak saya yang bungsu. Dia bahkan protes kenapa saya harus bersekolah. Dia bilang, ibu tidak perlu pintar dan naik kelas, bahkan dia sampai ikut buat surat untuk Pak Presiden," ungkap Nuril.

Beberapa gelas kopi sempat disuguhkan Nuril dan suaminya, Lalu Muhammad Isnaini pada sejumlah tamu yang terus berdatangan, mulai dari aktivis NGO, mahasiswa, jurnalis yang datang meliput, para calon legislatif (caleg), utusan para pejabat, dan keluarga serta tetangga yang selalu memberi dukungan terbaik mereka bagi Nuril.

"Siapapun yang datang kami harus menyambut mereka dengan baik, karena kami yakin tujuan mereka semata-mata ingin membantu. Saya tidak akan lelah menyampikan apapun yang mereka tanyakan, semakin banyak yang membantu makan akan semakin banyak yang mendengar apa yang saya alami," kata Nuril.

Baiq Nuril bersama suaminya, Lalu Isnaini (kaos krem), berbincang dengan aktivis SAFEnet dan PAKU (Payuguban Korban UU ITE) di rumahnya di Labuapi, Lombok Barat.
Baiq Nuril bersama suaminya, Lalu Isnaini (kaos krem), berbincang dengan aktivis SAFEnet dan PAKU (Payuguban Korban UU ITE) di rumahnya di Labuapi, Lombok Barat. ((KOMPAS.com/ FITRI RACHMAWATI))

Bekerja serabutan

Ketika para tamu telah pulang, Nuril menyempatkan diri membersihkan pekarangan rumah. Dia biasa bersama suami bekerja sama melakukan pekerjaan rumah. Apalagi, semenjak keduanya tak lagi bekerja karena kasus yang menjerat Nuril.

Sempat Nuril berjualan nasi bakar. Suaminya mencoba menjajal GoFood, melayani kebutuhan rekan-rekan mereka untuk makan siang atau sarapan.

Halaman
123
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved