Kriminalitas Regional

Kasus Pembunuhan Satu Keluarga, Ternyata Suami Istri yang Tewas Dikenal Jago Berbisnis

Diperum dan Maya merupakan suami istri yang tewas dibunuh pada Selasa (13/11/2018) dini hari.

Kasus Pembunuhan Satu Keluarga, Ternyata Suami Istri yang Tewas Dikenal Jago Berbisnis
Warta Kota/Andika Panduwinata
Suasana rumah satu keluarga ditemukan tewas, di Jalan Bojong Nangka II, Jatirahayu, Pondok Melati Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BEKASI - Diperum Nainggolan (38) dan istri, Maya Boru Ambarita (37) dikenal pintar berbisnis oleh kerabat dan warga di lingkungan rumah mereka.

Diperum dan Maya merupakan suami istri yang tewas dibunuh pada Selasa (13/11/2018) dini hari.

Tetangga korban, Lina Salim mengatakan, warung milik kakak Diperum, Douglas Nainggolan, maju pesat setelah dikelola sang adik.

"Awalnya tahun 2014, setahu saya emang tidak dikelola sama keluarga almarhum. Waktu itu toko tidak semaju sekarang, kalau sekarang kan setiap hari pasti ada saja kirim barang berboks-boks," kata Lina kepada Kompas.com, di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (16/11/2018).

Baca: KABAR TERBARU CPNS 2018 - BKN Terapkan Sistem Ranking untuk Kelulusan, Passing Grade?

Sebelum dikelola keluarga korban, warung tersebut dikelola tersangka pembunuh keluarga Diperum, Haris Simamora.

Saat dikelola Haris, warung itu tidak semaju ketika dikelola Diperum.

"Awal buka si dikelola sama saudaranya yang itu (Haris Simamora), cuma tidak lama sekitar tahun 2015 atau 2016 begitu, sampai sekarang baru dikelola sama keluarga," ujar Lina.

Baca: Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Madura United via Live Streaming Indosiar Liga 1 2018

Sementara itu, Sembiring, kerabat dekat keluarga korban mengatakan, Diperum bisa meraup keuntungan hingga miliaran rupiah berkat mengelola warung yang menjual kebutuhan sehari-hari tersebut.

Sebgaian besar penghasilannya didapati dari penjualan rokok dalam jumlah besar kepada warung lainnya.

"Suami-istri itu memang pinter berbisnis, warung ini jadi maju berkat mereka. Mereka kalau ambil rokok itu pakai mobil besar terus dijual murah ke warung-warung," ujar Sembiring.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved