Berita Hulu Sungai Tengah

Mahoni Kembali Tumbang, Dinas LHP Lakukan Penelitian Sebelum Tebang Pohon Tua

Berbeda dengan pohon-pohon sebelumnya, yang berusia tua ratusan tahun, mahoni yang tumbang di Jalan Pangeran Antasari

Mahoni Kembali Tumbang, Dinas LHP Lakukan Penelitian Sebelum Tebang Pohon Tua
Hanani
Pohon mahoni di Jalan Pangeran Antasari Barabai, Kabupaten HST, yang tumbang MInggu siang, (18/11/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Satu lagi pohon mahoni di kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah tumbang, Minggu (18/11/2018.

Berbeda dengan pohon-pohon sebelumnya, yang berusia tua ratusan tahun, mahoni yang tumbang di Jalan Pangeran Antasari, dekat Kantor Koramil kali ini masih berusia puluhan tahun.

Belum diketahui penyebab tumbangnya pohon tersebut, apakah karena faktor alam, atau ada yang sengaja menebangnya.

Sebab, tumbangnya pohon tersebut, karena patah di batang bagian bawah. Namun, akarnya tak tercerabut seperti mahoni berusia ratusan tahun di seberang Taman Siring Joewita yang belum lama tadi tumbang dengan kondisi akar tercerabut dan bagian dalam batang yang bolong. Kepala Bidang Lingkungan Hidup, Johansyah, yang dikonfirmasi BPost menyatakan, pihaknya telah mendapat laporan.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Indosiar PSIS vs Persib Liga 1 2018, Link Indosiar & Vidio.com

“Kami belum bisa menindaklanjuti, karena peralatan memotong pohonnya rusak. Kemarin waktu membersihkan pohon di Jalan Brigjen H Hasan Basry, mesin pemotongnya menyewa,” kata Johansyah.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi terkait pembersihan. “Untuk tenaga kebersihannya tersedia saja, tapi masih nunggu mesin chainsaw,”katanya.

DIjelaskan posisi tumbangnya pohon, tidak mengganggu arus lalu lintas, karena tak menyentuh badan jalan. Hanya saja, pohon tersebut menyentuh kabel listrik, sehingga harus kerjasama dengan pihak PLN.

Sejak siang, Barabai, kota kabupaten HST diguyur hujan, sehingga belum bisa dilakukan pemangkasan. Memangkas pohon dalam kondisi huja, dan ada kabel listrik bisa membahayakan petugas.

Baca: Jelang MotoGP Valencia Spanyol 2018 Live Trans7, Rossi Sebut Persaingan Tak Menarik

Mengenai penyebab tumbang, Johansyah menyatakan, pihaknya belum mengetahui karena pohon yang tumbang usianya masih terbilang puluhan tahun. Diakui ada beberapa pohon tua di sejumlah titik yang dinilai berpotensi membahayakan. Terutama di seputar lapangan Dwiwarna BArabai dan Jalan PH M Noor.

Selama ini, pihaknya ragu-ragu untuk menebang, karena dari sisi daun masih tumbuh.

“Yang kami lakukan hanya pemangkasan. Sedangkan untuk penebangan, cukup dilematis karena jika batang pohonnya masih bisa tumbuh berarti masih berfungsi sebagai pohon penghijauan,” kata Johansyah.

Selain itu, untuk penebangan pun harus dilakukan tenaga yang ahli dan berpengalaman.

Sebab, menebang pohon besar, di tengah keramaian atau di pinggir jalan, diperlukan kehati-hatian.

“Biasanya jika harus dilakukan penebangan, kami mengeluarkan dana khusus, untuk jasa penebang profesional. Satu pohon, tarifnya mencapai Rp 1 juta,”ungkapnya.

Mengenai usul masyarakat beberapa waktu lalu, agar DInas LHP sebaiknya menebang saja pohon tua yang lapuk dan berpotensi membahayakan orang yang melintas, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (LHP), jelas Johansyah telah mengusulkan agar dilakukan penelitian oleh tim ahli, untuk memilah pohon mana yang tak bisa dipertahankan, maupun yang dipertahankan.
“Saya dan Plt Kepala Dinas ada usulan seperti itu, “pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani).

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved