Pelacuran Online

PSK Online Merambah Perhotelan, Begini Tanggapan Para Manajer Hotel

PELACURAN online tidak bisa dipisahkan dengan hotel. Hal ini tidak dipungkiri oleh Manajer Hotel Mira Banjarmasin, Herry Dayoh.

PSK Online Merambah Perhotelan, Begini Tanggapan Para Manajer Hotel
BPost Cetak
BPost cetak edisi minggu (18/11/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - PELACURAN online tidak bisa dipisahkan dengan hotel.

Hal ini tidak dipungkiri oleh Manajer Hotel Mira Banjarmasin, Herry Dayoh.

“Keberadaan PSK online merambah perhotelan di Kota Banjarmasin tidak bisa dipungkiri. Mereka dimana-mana, sehingga sulit mendeteksinya,” ujarnya, kemarin.

Herry mengatakan pihaknya tidak ambil pusing dengan masalah itu.

“Kalau kami dari hotel sih tidak pernah tahu dengan masalah itu. Karena mereka juga ada dimana-mana. Tapi sejauh mereka mentaati peraturan hotel dan sama-sama menjaga ketertiban saya rasa sah-sah saja," ujarnya.

Baca: PSK Banjarmasin Instal Aplikasi ini Tawarkan Jasa Esek-esek Lengkap dengan Tarif dan Tempat Bercinta

Baca: Tinggal Klik Pencarian Khusus, Lelaki ini Sudah Bisa Mendapatkan Penjaja Cinta Sesuai Pilihan

Baca: Marshanda Tak Menyangka Putrinya, Sienna Pernah Berfoto Begini di HPnya, Lihat deh Kemiripan Mereka

Terpisah Manajer Pop Hotel, Reza, mengatakan maraknya praktik prostitusi online tidak hanya tertuju pada media sosial BeeTalk.

“Berbagai aplikasi media sosial lainnya sebetulnya bisa digunakan untuk kegiatan menyimpang tersebut, selama niat pada individu itu ada ke arah sana,” ujarnya.

"Kalau kami sih sebetulnya juga tidak bisa membatasinya, mau pake BeeTalk atau bukan, selama niat mereka memang ke arah sana (prostitusi), ya tinggal pribadi masing-masing saja," tambahnya.

Menurut Reza, kalau memang ingin memberantas prostitusi online semua pihaknya harus bergerak.

“Tidak hanya di hotel kelas melati, melainkan juga berbintang juga,” ujarnya.

Aparat yang ingin menegakkan hukum, kata Reza, harus tepat sasaran.

“Jangan sampai ketika 'merazia', seluruh tamu dipukul rata, sehingga berujung pada hilang rasa kenyamanan tamu. Dan mereka pun enggan menginap. Ini tentu dari sisi bisnis pun akan berdampak," ujarnya.

Manajemen Fave Hotel Banjarmasin melalui Public Relation Officernya, Siti Hajjara Diniati, mengatakan pihaknya pernah mencium dan menemui bisnis lendir itu di kamar-kamar.

"Saat ini kami ngecek dari aplikasi online tersebut dengan cara booking palsu. Beberapa kali dicoba bukan hotel kami yang di tempati mereka," jelasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved