Berita Kabupaten Banjar

Akhir 2018 Sebagian Blank Spot Area Teratasi, 4 BTS Dibangun di Pelosok Kabupaten Banjar

Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian (KISP) telah menjalin kerjasama dengan Badan Aksesibilitas

Akhir 2018 Sebagian Blank Spot Area Teratasi, 4 BTS Dibangun di Pelosok Kabupaten Banjar
idda royani
HM FARID SOUFIAN, kadis KISP Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Keterbatasan aksesibilitas wilayah pelosok di Kabupaten Banjar yang selama ini tak tersentuh jaringan telepon nirkabel, bakal segera berakhir. Sedikitnya empat unit Base Transceiver Station (BTS) akan segera dibangun dalam waktu dekat.

Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian (KISP) telah menjalin kerjasama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), Kementerian Kominfo. "Insha Allah dalam tahun ini juga empat unit BTS akan berdiri di empat wilayah terpencil di daerah ini," ucap Kepala KISP Banjar HM Farid Soufian, Senin (19/11).

Pejabat eselon II di Bumi Barakat ini menyebutkan keempat tempat tersebut tersebar di tiga kecamatan. Riciannya yakni di Desa Paramasanatas dan Paramasanbawah di Kecamatan Paramasan, Desa Rantaubalai di Kecamatan Aranio, dan Desa Kiram di Kecamatan Karangintan.

Baca: Ini Sosok Diduga Pria Selingkuhan Angel Lelga di Aksi Vicky Prasetyo Gerebek Rumah Angel Lelga

"Berikutnya pada 2019 mendatang ada 20 desa lagi yang akan kami usulkan ke Kementerian Kominfo. Semoga nanti juga bisa disetujui sehingga keterisolasian akses komunikasi wilayah terpencil di Kabupaten Banjar teratasi," tandas Farid.

Ia mengatakan empat unit BTS yang akan dibangun tahun ini tahapannya sedang berlangsung. Penyiapan lahan untuk tempat pembangunan BTS telah tersedia dan saat ini masih dalam proses pelimpahan hibah dari pihak desa/masyarakat ke Pemkab Banjar. Rentang waktu pinjampakai lahan selama lima tahun.

Baca: Razia Hotel Melati dan Guest House, Satpol PP Amankan Tiga Pasangan Bukan Muhrim

Setelah proses itu selesai, selanjutnya Pemkab Banjar akan meminjampakaikan lahan tersebut ke Bakti. Berikutnya bisa segera dilakukan pembangunan BTS dan ditargetkan sebelum berakhir tahun 2018, tower transmisi gelombang jaringan telepon nirkabel tersebut bisa dioperasionalkan.

Farid mengatakan guna mempercepat pembangunan BTS tersebut, Pemkab Banjar mempermudah dan mempercepat seluruh kelengkapan administratif perizinan dan lainnya. Bahkan selama masa pinjam pakai (lima tahun), keberadaan BTS tersebut dibebaskan dari segala jenis retribusi.

"Karena itu pula kami berharap pihak desa dan masyarakat di pelosok turut membantu memberi segala kemudahan. Dukungan dan peran aktif masyarakat sangat diperlukan agar pembangunan dan operasionalisasi BTS tersebut bisa secepatnya terealisasi," tandas Farid.

Baca: Syair dan Lirik Sholawat Dibai atau Maulid Diba Untuk Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 2018

Pada tahap awal, lanjutnya, layanan jaringan yang disediakan oleh provider penyedia telepon nirkabel masih terbatas untuk keperluan telepon dan pesan singkat atau short message service (SMS). Namun jika jumlah pengguna bertumbuh secara cepat, kualitas layanan akan ditingkatkan menjadi 3G dan bahkan 4G.

"Setidaknya pada tahap awal kita berupaya mengatasi keterisolasian dulu dari akses komunikasi telepon nirkabel. Selanjutnya secara bertahap bisa ditingkatkan untuk keperluan internetan, video call dan lainnya," beber Farid.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved