B Focus Urban Life

BKSDA Kalsel Siagakan Enam Petugas Patroli, Pastikan Pengunjung Tak Terganggu Tongkang

Ada rasa cemas bila tugboat dan tongkang tambat di Pulau Kembang tanpa pengawasan.

BKSDA Kalsel Siagakan Enam Petugas Patroli, Pastikan Pengunjung Tak Terganggu Tongkang
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Senin (19/11/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Ada rasa cemas bila tugboat dan tongkang tambat di Pulau Kembang tanpa pengawasan.

Di pulau ini ada populasi bekantan dan kera ekor panjang.

Namun, dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel sudah menyiapkan petugas jaga dan patroli.

"Secara kasat mata tidak ada yang rusak, namun gangguan terhadap mikroorganisme pun bisa jadi masalah. Tugboat dan tongkang ada minyak atau oli yang bisa tercecer, proses perbaikan dengan las memicu udara kotor dan lain-lain," ucap Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, Mahrus Aryadi, Jumat (16/11).

Dia menegaskan tetap harus ada jarak antara lokasi tambat tongkang dengan batas terluar Pulau Kembang.

"Semaksimal kita libatkan peran masyarakat setempat. Kami berdialog dengan pengelola tambat yang rata-rata dari masyarakat setempat," katanya.

Baca: Amitabh Bachchan Unggah Momen Bersama Putra Bungsu Shah Rukh Khan, Dikiranya Kakek Kandungnya

Baca: Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Hukum Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Baca: Vicky Prasetyo Menggerebek Rumah Angel Lelga, Temukan Selingkuhan Istrinya, Ketua RT Pun Dibawa

Baca: Terungkap Tujuan Awal Pembuatan Film A Man Called Ahok, Ada Kaitannya dengan Politik?

Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 Banjarbaru Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel, Ridwan Efendy, membantah jika puluhan tongkang batu bara itu parkir atau tambat di kawasan TWA Pulau Kembang.

“Dulu, tahun 2010 silam memang banyak tongkang batu bara yang parkir atau parkir di pohon-pohon TWA Pulau Kembang. Banyak sekali pohon-pohon di Pulau Kembang yang turun ke air,” katanya.

BKSDA Kalsel, sambungnya, segera melakukan penertiban terhadap banyaknya tongkang batu bara yang tambat di Pulau Kembang yang mempunyai luas sekitar 60 hektare.

"Populasi bekantan 32 ekor, kera ekor panjang berkisar 300-400 ekor. Sampai saat ini tidak ada kerusakan ekosistem dengan adanya tambat tongkang karena ada jarak dari tiang tambat ke batas luar pulau kembang 10-55 meter," katanya.

Namun apakah tetap perlu diawasi? khawatirnya ganggu populasi bekantan.

"Petugas kami ada enam orang yang tugas di pulau kembang dan secara rutin patroli kawasan," katanya.

Ridwan memastikan para pengunjung tak akan terganggu dengan keberadaan tongkang yang parkir di TWA Pulau Kembang, Sebab, sudah ada jarak antara pohon kelapa untuk mengikat tali tongkang dengan TWA Pulau Kembang.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved