Tajuk

‘Kupu-kupu’ Zaman Now

Mereka tidak lagi menjadi ‘kupu-kupu’ malam tapi sudah berevolusi menjadi ‘kupu-kupu’ zaman now menggunakan kecanggihan fitur smartphone.

‘Kupu-kupu’ Zaman Now
banjarmasin post group/ nia kurniawan
Tim siber prostitusi online di Hotel Roditha. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - TAK hanya obat-obatan saja yang menjadi sasaran tindak penyalahgunaan hingga menjadi momok masalah serius di negeri ini, teknologi aplikasi media sosial, ternyata juga tak luput dari yang namanya tindak penyalahgunaan. Contohnya, prostitusi online yang muncul dengan berbagai modus turunannya dan kini semakin meluas, makin memprihatinkan. Para pekerja seks komersial (PSK) yang sebelumnya menjajakan diri secara terang-terangan, mangkal di sudut-sudut jalan atau kawasan eks lokalisasi, warung-warung jablai, sebagian sudah ambil bagian memanfaatkan kecanggihan medsos.

Mereka tidak lagi menjadi ‘kupu-kupu’ malam tapi sudah berevolusi menjadi ‘kupu-kupu’ zaman now menggunakan kecanggihan fitur smartphone atau gadget dan beragam aplikasi medsos semisal Whatapps, BeeTalk, WeChat. Tak lagi harus diburu penertiban Satpol PP.

Mereka cukup stay di rumah atau tempat tertentu. Jika ada respons BO (kode boking), mereka meluncur.

Fenomena protitusi online dengan mudah ditemukan di banua. Akun-akun cewek cantik muncul dengan kode status yang memberi sinyal siap ‘melayani’ para penikmat seks berbayar (PKB).

Nah, celakanya, promosi tak hanya menggunakan kecanggihan aplikasi medsos, tapi juga memanfaatkan fasilitas hotel berbintang sehingga lengkap lah sudah fasilitas layanannya. Selain aman dari penertiban, juga terkesan lebih mewah dan tentu diimbangi dengan bayaran tinggi dari Rp 300 ribu hingga jutaan rupiah.

Di Banjarmasin, aplikasi BeeTalk dan WeChat, menjadi sasaran penyalahgunaan prostitusi online. Pengguna WeChat atau BeeTalk, cukup klik fitur pelacakan orang sekitar sehingga dengan mudah menemukannya.

Fenomena prostitusi online ini tentu tak bisa dianggap remeh, Karena meski modusnya bermain dalam dunia maya, tapi aktivitas kelanjutannya nyata terjadi bahkan berpotensi lebih dahsyat meluas di sekitar kita.

Aparat Kepolisian tentu jangan sampai kalah canggih dengan pelaku prostitusi online. Demikian pula pemerintah daerah, harus peka dan tanggap menangkap potensi bahaya ini. Diantaranya dengan menggandeng pengusaha hotel agar turut ambil peran menekan praktik prostitusi.

Satu aplikasi kepolisian untuk banua (Sasirangan) yang sudah diluncurkan oleh Polda Kalsel patut diapresiasi sebagai bentuk upaya pelayanan cepat. Juga aplikasi Siharat Polres Banjarbaru.

Tinggal bagaimana mengoptimalkan aplikasi ini untuk mengatasi praktik prostitusi online. Sosialisasi dan juga peran aktif serta kepedulian masyarakat untuk menggunakan aplikasi ini haruslah sejalan demi menekan prostitusi online. Tim ciber crime kepolisian diharap lebih pro aktif bergerak, mendeteksi sinyal akun-akun yang dicurigai dan menindaklanjutinya secara sigap. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved