Berita Banjarmasin

Pemko Banjarmasin Gunakan Anggaran Mencapai Rp 13 Miliar untuk Pembebasan Jalan Sulawesi

Usai pembebasan lahan di Jalan Sulawesi, tahun depan Pemerintah Kota Banjarmasin bakal melakukan pelebaran Jalan Mesjid Jami

Pemko Banjarmasin Gunakan Anggaran Mencapai Rp 13 Miliar untuk Pembebasan Jalan Sulawesi
banjarmasinpost.co.id/apunk
Pembangunan jembatan Antasan di Jalan Sulawesi Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Usai pembebasan lahan di Jalan Sulawesi, tahun depan Pemerintah Kota Banjarmasin bakal melakukan pelebaran Jalan Mesjid Jami, dari Jembatan Antasan Kecil Timur (AKT) II, hingga Masjid Jami, Sungai Jingah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Joko Pitoyo, mengatakan, pelebaran Jalan Sulawesi akan menggunakan anggaran mencapai Rp 13 miliar.

Anggaran ini termasuk untuk pembangunan jembatan kembar Jembatan AKT sebesar Rp 10 miliar.

Pembebasan lahan di Jalan Sulawesi tengah dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Banjarmasin.

Hingga saat ini masih ada satu warga yang belum sepakat.

Baca: Amitabh Bachchan Unggah Momen Bersama Putra Bungsu Shah Rukh Khan, Dikiranya Kakek Kandungnya

Baca: Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Hukum Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Baca: Penjelasan Pakar Mikro Ekspresi Saat Luna Maya Ditanyai Seputar Hubungan Reino Barack dan Syahrini

Baca: Vicky Prasetyo Menggerebek Rumah Angel Lelga, Temukan Selingkuhan Istrinya, Ketua RT Pun Dibawa

Harga yang ditawarkan sebesar Rp 4,5 juta per meter persegi.

Totalnya ada 18 persil yang harus dibebaskan, dengan total anggaran yang disediakan sebesar Rp 10,5 miliar.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Banjarmasin, Ahmad Fanani Syaifudin, menjelaskan untuk pembebasan lahan masih terus dilakukan.

Pihaknya masih mengupayakan pembebasan hingga akhir tahun.

Jika tak bisa juga, pihaknya terpaksa melakukan konsinyasi (penitipan uang ganti rugi ke pengadilan).

"Kami punya batas waktu untuk menggunakan anggaran. Tidak mungkin menunda lagi. Hanya saja selama waktu masih ada kami akan melakukan pendekatan untuk pembebasan," jelasnya.

Dibeberkannya, harga yang diberikan yakni mencakup harga lahan, bangunan dan jenis usaha.

Namun, jenis usaha yang akan dapat diganti hanya tanah, bangunan, dan usaha yang melekat pada pemiliknya.

“Ganti rugi lahan memang seperti ini. Menghadapi orang tak mudah. Ada yang menawar harga tinggi. Seninya di sana," katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved