Kabupaten Banjar

Program Optimalisasi Lahan Usaha Tani Mulai Dikeluhkan, Ini Penyebabnya

Optimalisasi lahan usaha tani padi yang digencarkan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Banjar mulai memunculkan riak persoalan.

Program Optimalisasi Lahan Usaha Tani Mulai Dikeluhkan, Ini Penyebabnya
HO/Dinas TPH Kabupaten Banjar
SEMANGAT - Petani di Kabupaten Banjar semangat bergotong-royong melaksanakan kegiatan optimalisasi lahan usahatani padi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Optimalisasi lahan usaha tani padi yang digencarkan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Banjar mulai memunculkan riak persoalan.

Sejumlah aparatur pemerintah desa (pemdes) dan beberapa kelompok tani (poktan) mengeluhkan biaya jaga alat berat di lokasi program optimalisasi lahan usaha tani.

Pasalnya hal tersebut tidak pernah disosialisasikan tentang siapa yang harus menanggung item cost tersebut.

Salah seorang aparatur desa yang minta namanya dirahasiakan, Senin (19/11/2018), menuturkan sementara yang berjalan saat ini tidak ada pihak kabupaten yang menganggung biaya jaga malam ekskavator serta biaya bahan bakar minyak (BBM).

Dikatakannya, hal itu bikin bingung kalangan aparatur desa yang wilayahnya masuk program optimalisasi lahan usaha tani padi.

Baca: Jadwal Timnas Indonesia vs Filipina di Piala AFF 2018 Live RCTI - Peluang Garuda Makin Tipis

Padahal pihak desa atau kelompok tani hanya sebagai pelaksana guna membantu menyukseskan program yang dijalankan pemerintah kabupatem melalui Dinas TPH.

Menurutnya, idealnya sih biaya jaga malam alat berat dan BBM-nya ditanggung pemerintah kabupaten. "Tapi, yang penting saat ini ditegaskan dulu, komponen ini tanggungjawab siapa?" tandasnya.

Kepala Dinas TPH Banjar HM Fachry ketika dikonfirmasi menuturkan biaya operasional alat berat menjadi tanggungjawab poktan pelaksana program.

Mengapa? Karena poktan yang masuk dalam program optimalisasi lahan usaha tani telah mendapat kucuran dana dari Kementerian Pertanian.

Dana program optimalisasi lahan, sebutnya, langsung ditransfer ke rekening poktan serta difasilitasi alat berat berupa ekskavator dan traktor roda empar. Design-nya pun dirancang oleh konsultan.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved