Berita Kalteng

Selama November RSUD Doris Sylvanus Rawat 162 Pasien DBD, Empat Meninggal Dunia

Bahkan, data dari Rumah Sakit Daerah Doris Sylvanus Palangkaraya tercatat jumlah penderita mencapai 162 pasien

Selama November RSUD Doris Sylvanus Rawat 162 Pasien DBD, Empat Meninggal Dunia
Faturahman
Direktur RS Doris Sylvanus Palangkaraya, Yayu Indriarti. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kasus demam berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dalam Bulan November 2018 ini hingga mencapai ratusan orang.

Bahkan, data dari Rumah Sakit Daerah Doris Sylvanus Palangkaraya tercatat jumlah penderita mencapai 162 pasien selama Bulan November 2018 yang meninggal ada empat orang.

Dia mengungkapkan, jumlah kasus demam berdarah yang tinggi juga terjadi di Kapuas, Pulangpisau ada 1 orang meninggal dunia, demikian juga dengan Kabupaten Kotim ada 1 orang yang meninggal dunia, Seruyan 2 dua orang pasien DBD juga meninggal dunia.

Baca: Kabar Pengaturan Skor Usai Laga PSIS vs Persib Berakhir 3-0, Ada Masalah Internal Persib Bandung?

Direktur RS Doris Sylvanus Palangkaraya, Yayu Indriarti, Senin (19/11/2018) mengatakan, dalam tahun ini trend terjadi peningkatan jumlah penderita DBD, bahkan, sebagian ada pasien yang meninggal dunia.

"Namun status DBD yang terjadi di Kalteng dalam tahun ,2018 ini belum sampai pada tahap kejadian luar biasa (KLB)," ujar Mantan Kadis Kesehatan Kalteng yang baru serahterima jabatan ini.

Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW yang Bisa Dibagikan di Pesan Whatsapp

Dia menyebut, jumlah pasien DBD yang dirawat di RS Doris Sylvanus Palangkaraya yang jumlahnya memcapai 162 orang tersebut, sebagian juga merupakan pasien rujukan dari daerah lain terutama kabupaten terdekat."Sebagian rujukan dari kabupaten lain yang dirawat inap di RS Doris Sylvanus," ujarnya.

Baca: Petugas Sering Terima Ancaman Orangtua, Dinkes HST Akui Program Vaksin MR Belum 95 Persen

Sementara itu, beberapa warga yang tinggal di daerah permukiman di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, merasa was-was dengan mulai maraknya kasus DBD di Kalteng khususnya di Palangkaraya, sehingga dia berharap ada tindakan pogging daru Dinkes.

"Kami rutin saja melakukan kerja bakti membersihkan selokan dan lingkunga kampung untuk menghilangkan potensi jentik nyamuk pembawa virus DBD tersebut sehingga diharapkan DBD tidak mengenai warga kami," ujar Wardi Ketua RT 9 Kelurahan Bukittunggal, Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya.

(www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved