Bertakwa

Amuntai Perangi Stunting Untuk Siapkan Generasi Emas Sesuai Kearifan Lokal

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten HSU menggelar Sosialisasi Penyiapan Generasi Emas sesuai kearifan lokal 2018

Amuntai Perangi Stunting Untuk Siapkan Generasi Emas Sesuai Kearifan Lokal
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Kepala DPPKB HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid secara resmi membuka acara Sosialisasi Penyiapan Generasi Emas sesuai dengan kearifan lokal. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten HSU menggelar Sosialisasi Penyiapan Generasi Emas sesuai dengan kearifan lokal Tahun 2018 dengan tema "Beapik Palihara Anak Dengan Program Kota Amuntai Perangi Stunting (Kapas).

Sosialisasi Penyiapan Generasi Emas ini dilaksanakan di Aula BKD HSU Senin (19/11/2018). Kegiatan ini diikuti 90 peserta yaitu Tim Penggerak PKK, Camat, penyuluh KB, Kader BKB, 10 desa stunting HSU dan selur SKPD di kabupaten HSU.

Kabid KS BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Hj. Mila Rahmawati M. Si menyampaikan dalam rangka menyiapkan bangkitnya generasi emas Indonesia diperlukan pembangunan pengasuhan dalam perspektif masa depan, yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas, maju, mandiri, dan modern serta meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

Keberhasilan dalam membangun kualitas pengasuhan dari dalam keluarga akan memberikan kontribusi besar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional secara keseluruhan.

Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Pendidikan berkarakter juga perlu diberikan saat anak anak baru masuk dalam lingkungan sekolah.

Di sinilah peran guru untuk menjadi contoh dan teladan bagi anak didiknya , karena guru merupakan ujung tombak yang berhadapan langsung bagi peserta didiknya.

Para peserta Sosialisasi Penyiapan Generasi Emas sesuai dengan kearifan lokal di Amuntai HSU
Para peserta Sosialisasi Penyiapan Generasi Emas sesuai dengan kearifan lokal di Amuntai HSU (banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati)

Kepala DPPKB HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid secara resmi membuka sosialisasi penyiapan generasi emas sesuai dengan kearifan lokal. Anisah mengatakan Generasi Emas adalah generasi masa depan sebagai Sumber Daya Manusia sehingga perlu mendapat perhatian serius.

"Mutu generasi emas akan menjadi modal dasar bagi daya saing bangsa terutama di era masyarakat berpengetahuan", tambahnya.

Anisah menambahkan Persiapan generasi emas bangsa tidak semata-mata dengan pengasuhan yang tersusun dalam sylabus Pendidikan anak semata, namun lebih dari itu, diperlukan penyesuaian dengan lokasi dimana calon orang tua serta dimana anak akan tumbuh dan berkembang.

Oleh sebab itu faktor budaya sangat berperan dalam menanamkan dan mengajarkan norma, mensosialisasikan nilai, dan menanamkan etos di kalangan masyarakat.

Anisah juga mengajak masyarakat memperhatikan 1000 hari pertama kehidupan (HPK) anak guna mencegah terjadinya kasus stunting di wilayah Kabupaten HSU.

Stunting atau tumbuh kembang yang tidak sesui dengan usia anak salah satunya disebabkan karena kurangnya perhatian masyarakat khususnya ibu hamil terhadap asupan gizi, baik pada saat hamil ataupun 1000 hari pertama kehidupan anak. (AOL/*)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved