Berita Kotabaru

Dewan Desak Bina Marga Rehab Total Jembatan Sungai Hanyar Sebelum Akhiri Jabatan

Kembali dikeluhkannya kondisi kerusakan jembatan desa Sungai Hanyar, Pudi, Kecamatan Kelumpang Utara yang beberapa hari lalu nyaris menelan korban.

Dewan Desak Bina Marga Rehab Total Jembatan Sungai Hanyar Sebelum Akhiri Jabatan
istimewa/ dokumen Syairi Mulhlis
Anggota Dewan DPRD Kotabaru Syairi Mulhlis 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Kembali dikeluhkannya kondisi kerusakan jembatan desa Sungai Hanyar, Pudi, Kecamatan Kelumpang Utara yang beberapa hari lalu nyaris menelan korban.

Sebuah mobil truk membawa sembako terperosok di lantai jembatan, kembali menuai reaksi anggota dewan di DPRD Kotabaru.

Syairi Mukhlis, menyayangkan kembali adanya keluhan masyarakat lantadan lambannya perbaikan atau rehab total fisik jembatan tersebut oleh pemerintah daerah melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air selaku instansi teknis.

Menurut Syairi, rencana perbaikan secara total fisik jembatan Sungai Hanyar satu-satunya akses bisa dilalui warga sebenarnya dibuat perencanaan di 2017.

Tidak bisa terealisasi kegiatan fisik di 2018, karena anggaran di tahun 2018 pemerintah daerah memfokuskan perbaikan infrastruktur jalan.

Baca: VIDEO - Link Live Streaming Indosiar Persija vs Persela di Laga Tunda Pekan 26 Liga 1 2018 Sore Ini

Baca: Jadwal siaran langsung Liga Champion Live RCTI Rabu (28/10), Juventus, Liverpool, Real Madrid, PSG

Baca: KLIK Link Pengumuman Tes SKD CPNS 2018 di 25 Instansi, Jatim, Jateng, Makassar Hingga Bandung

Sementara rencana perbaikan jembatan Sungai Hanyar dijanjikan di tahun anggaran 2019.

"Karena di anggaran tahun 2018 proyek jalan di Tanjung Batu tidak terlaksana, akhirnya di 2019 tetap fokus ke jalan," kata Syairi.

Meski, tambah Syairi, sudah mencoba paksa memasukan anggaran saat pembahasan KUA-PPAS. Namun tidak bisa, karena alasan SKPD terkait perbaikan jembatan Sungai Hanyar tidak masuk lagi dalam rencana prioritas.

"Disitu kekecewaan saya," ungkap Syairi kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (20/11/2018).

Tambah dia, sebenarnya masih ada cara melakukan perbaikan. Dengan memasukan penanganannya ke skala urgensi atau bencana.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved