Kembangkan Cokelat Sesuai Identitas Daerah, Pria Ini Hasilkan Rp 36 Juta Per bulan

Cerdik dalam membaca peluang dan memilih berbeda dengan produk di pasaran merupakan dua hal yang bisa menghasilkan kata sukses.

Kembangkan Cokelat Sesuai Identitas Daerah, Pria Ini Hasilkan Rp 36 Juta Per bulan
istimewa/ dokumen ABBA Cokelat
Bobby Muttaqien saat memperlihatkan produk Abba Cokelat 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Cerdik dalam membaca peluang dan memilih berbeda dengan produk di pasaran merupakan dua hal yang bisa menghasilkan kata sukses.

Setidaknya dua hal tersebut yang mendasari Bobby Muttaqien memulai usaha dengan nama Abba Cokelat untuk mengolah produk cokelat dengan diberi ramuan akar pasak bumi.

Bobby menceritakan selain karena kegemaran dirinya dan istrinya dengan cokelat, ia juga mengembangkan cokelat dengan identitas kedaerahan yakni memakai tumbuhan khas Kalimantan.

"Saya mulai bisnis cokelat sejak Agustus 2008, awalnya karena ingin membuat cokelat dengan selera sendiri kemudian tertarik mengembangkan cokelat sesuai identitas daerah," kata Bobby, Selasa (20/11/2018).

Baca: Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Baca: Tangisan Supardi & Hariono di Depan Umuh Muchtar Sikapi Pengaturan Skor Persib vs PSMS Liga 1 2018

Baca: Reaksi Manajemen Persib Bandung ke Fernando Soler Soal Tudingan Pengaturan Skor Persib vs PSMS

Baca: Reaksi Kubu Prabowo-Sandiaga Uno Ketika SBY dan Demokrat Baru Kampanye Pilpres 2019 pada Maret

Oleh sebab itu dirinya menggabungkan cokelat dengan pasak bumi. "Karena rata-rata cokelat itu dari hasil perusahaan besar, kalau kami mau  bersaing, kami tidak bisa mengikuti produk mereka, jadi mencari produk yang berbeda," ujarnya.

Selain cokelat pasak bumi atau khusus orang dewasa, pihaknya juga menyediakan aneka cokelat yang bisa dikonsumsi anak-anak.

"Kalau harga yang kami jual untuk cokelat anak dari Rp 1 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu. Kalau cokelat pasak bumi karena sifatnya premium kami jual sekitar Rp 13 ribu sampai Rp 15 ribu per batang," ungkapnya.

Ia menerangkan saat ini produk cokelat pasak bumi dapat ditemui di toko pusat oleh-oleh, hotel dan terminal keberangkatan Bandara Syamsudin Noor. "Di dunia maya cokelat kami juga dijual beberapa toko online dan sosial media, dengan memberdayakan para reseller," jelasnya.

Baca: Hasil Akhir Belanda vs Jerman UEFA Nations League 2018, Skor 2-2, Jerman Gagal Lolos Semifinal

Baca: Pengakuan Angel Lelga Soal Fiki Alman Setelah Digerebek Vicky Prasetyo, Akan Menikah?

Menurutnya cokelat pasak bumi lebih banyak diminati dari luar Kalimantan Selatan (Kalsel). "Kalau kami pemasarannya banyak main di pusat oleh-oleh karena konsumen kami di atas 50 persen dari luar Kalsel," tuturnya.

Ia menambahkan respons pasar terhadap produknya sangat bagus, bahkan pihaknya sempat memperoleh penghargaan dari Kementerian Pertanian di ajang Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing 2014 di Jakarta.

"Penghargaan lainnya juga sempat diraih, seperti Nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2017 yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata," bebernya.

Ia mengungkapkan usaha yang ia geluti sekarang memiliki omzet Rp 36 juta per bulan dan memperkerjakan enam karyawan dengan dibantu beberapa tenaga magang.

(banjarmasinpost.co.id/ Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved