Opini Publik

Menghadirkan Akhlak Rasul dalam Kerinduan

BAGAIKAN sumber air yang terus mengalir, seperti itulah ketika mengkaji dan mengaji tentang akhlak Nabi Muhammad SAW.

Menghadirkan Akhlak Rasul dalam Kerinduan
belitung.tribunnews.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 2018 jatuh pada Selasa (20/11/2018). 

Oleh: Waluyo Satrio Adji
Dosen FTK UIN Antasari Banjarmasin

BANJARMASINPOST.CO.ID - BAGAIKAN sumber air yang terus mengalir, seperti itulah ketika mengkaji dan mengaji tentang akhlak Nabi Muhammad SAW. Kajian pada buku berjudul “The 100: A Ranking Of The Most Influential Persons In History” yang ditulis dan diriset selama 28 tahun oleh seorang ilmuwan NASA dari Amerika Serikat bernama Michael Hart menyatakan bahwa Nabi Muhammad dideskripsikan sebagai manusia nomor wahid paling berpengaruh di dunia.

Pada dimensi lain para pengikutnya merayakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW setiap tanggal 12 Rabiul Awal, semisal di Indonesia, umatnya mengisi peringatan dengan dengan santunan, selawatan, doa berjemaah diikuti makan bersama mulai dari masjid besar sampai di Surau tiap desa. Atas hal tersebut benar adanya lirik lagu Bimbo berjudul Rindu Rasul,“… berapa jarak darimu ya Rasul serasa dikau di sini”

Mengenal Nabi Muhammad SAW
Nama lengkap beliau adalah adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf yang selanjutnya bila diruntut nasabnya akan sampai kepada Nabi Ibrahim AS. Secara makna nama “Muhammad” berarti orang yang dipuji secara terus-menerus.

Menurut Prof. Quraish Shihab, apapun yang berhubungan dengan Nabi Muhammad pasti terpuji, salah satunya adalah akhlak beliau. Pengertian akhlak dalam kitabnya Ihya’ Ulum al din yang ditulis Imam Al Ghazali, mengatakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan bermacam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.

Penjelasan dari akhlak Rasul terdapat dalam Al Qur’an surat Al-Qalam ayat 4 dengan terjemahannya menyatakan “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” Lebih lanjut Penjelasan akhlak beliau terdapat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, isi hadisnya menyebutkan bahwa “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak.” (HR. Ahmad). Muatan dari Ayat dan hadis tersebut secara implisit menjawab bahwa di dalam diri Nabi Muhammad terdapat suri tauladan dalam penyempurnaan akhlak Manusia.

Perwujudan akhlak diteladankan sepanjang kehidupan Rasul sampai beliau wafat, seperti akhlak berinteraksi dengan Allah, akhlak berinteraksi dengan makhluk hidup, dan mati, akhlak beraktivitas sehari-hari, dan akhlak terpuji lainnya. Penjelasan lebih lanjut didapat dalam Hadis, semisal dalam beraktivitas saat minum, Rasulullah bersabda, “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Apabila ia lupa maka hendaklah ia memuntahkannya.”(HR. Ahmad).

Saat berinteraksi dengan istri, beliau selalu lemah lembut” orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang baik akhlaknya dan paling lembut terhadap keluarganya.”(H.R. Bukhari). Contoh terakhir, dari Ummul mukminin Aisyah ketika ditanya oleh sahabat Hisyam bin Amir tentang bagaimana akhlak Rasulullah, maka Aisyah berkata: ”Bukankah engkau sering membaca Al-Qur’an?” Beliau menjawab: ”Ya”, Aisyah berkata: Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an.” (H.R. Muslim). Tiga hadis tersebut sangat jelas menerangkan bahwa begitu mulianya akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi Umat Hari Ini
Kondisi umat Islam di zaman ini dalam kehidupan sehari-hari dapat dikata sudah jauh dari akhlak Rasulullah. Ambil contoh pada akhlak berinteraksi terhadap istri, mengutip dari Komnas Perempuan Indonesia mengungkapkan bahwa sekitar 259.150 kasus kekerasan atas perempuan sepanjang tahun 2016, data tersebut didapat dari Pengadilan Agama dan yang ditangani lembaga mitra pengadaan layanan di Indonesia. selanjutnya akhlak terhadap terhadap lingkungan, menukil dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat sepanjang tahun 2017 total lahan yang terbakar di Indonesia yaitu 20 ribu hektare.

Menurut Raffles B. Panjaitan yang merupakan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK menyatakan bahwa kebakaran lahan di Indonesia 99 persen karena dibakar. Atas kenyataan tersebut alih-alih umat Islam yang bisa membangun Peradaban Zaman Keemesaan seperti di Timur Tengah, Asia, dan Eropa, malah umat Islam menjadi gambaran akan kebodohan, kemiskinan, bahkan keterbelakangan.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved