Berita Banjarmasin

Penjelasan Analis Soal Emiten Sektor Perbankan yang Diprediksi Hadapi Tantangan Besar Pada 2019

Penjelasan Analis Soal Emiten Sektor Perbankan yang Diprediksi Hadapi Tantangan Besar Pada 2019

Penjelasan Analis Soal Emiten Sektor Perbankan yang Diprediksi Hadapi Tantangan Besar Pada  2019
istimewa/ dokumen Yuni Sasmita
Branch Manager Phillip Sekuritas Banjarmasin, Yuni Sasmita 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Walaupun menjadi salah satu sektor saham primadona di Tahun 2018 ini, Analis perkirakan saham-saham sektor perbankan akan hadapi tantangan di Tahun 2019.

Setidaknya sejak beberapa bulan belakangan, saham sektor perbankan menjadi salah satu penopang dan pendorong pergerakan positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Namun Branch Manager Phillip Sekuritas Banjarmasin, Yuni Sasmita menilai, dengan tekanan kenaikan suku bunga acuan The Fed yang berlanjut bisa perketat likuiditas perbankan nasional.

Dengan mengetatnya likuiditas, perbankan diprediksi tidak akan bisa leluasa berekspansi yang bisa menjadi sentimen negatif terhadap saham-saham sektor ini.

Baca: Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Baca: Tangisan Supardi & Hariono di Depan Umuh Muchtar Sikapi Pengaturan Skor Persib vs PSMS Liga 1 2018

Baca: Jadwal siaran langsung Liga Champion Live RCTI Rabu (28/10), Juventus, Liverpool, Real Madrid, PSG

Baca: Pria Ini Tak Bisa Ditahan Polisi Meski Tertangkap Curi Celengan Masji di Balangan, Cek Alasannya

"Dolar masih kuat dan bunga acuan juga dinaikkan, bisa jadi ancaman emiten perbankan," kata Yuni, Selasa (20/11/2018).

Baru-baru ini Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menaikkan BI 7- Day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis point (bps) menjadi enam persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 14-15 November 2018.

Dengan keputusan ini, sejak awal Tahun 2018 BI sudah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 175 bps untuk imbangi kenaikan suku bunga acuan The Fed yang bergerak agresif tahun ini.

Tekanan diperkirakan masih akan terjadi karena Bank The Fed diperkirakan kembali menaikkan suku bunga acuannya pada Desember 2018. (banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved