Serambi Ummah

Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Umat Muslim dianjurkan membaca banyak selawat saat Rabiul Awal karena bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Tribun Batam/Munirul Ikhwan
Ustadz Abdul Somad memberi ceramah dalam tabligh akbar di Lapangan Pamedan Tanjungpinang, Selasa (7/8/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Umat Muslim dianjurkan membaca banyak selawat saat Rabiul Awal karena bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ustadz Abdul Somad dalam kajian 37 masalah populer telah mengetengahkan tentang hal ini.

Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah tahun ini jatuh pada Selasa, 20 November 2018. Umat muslim sudah bersiap menyambut Maulid Nabi 20 November 2018.

Berikut kajiannya:

Baca: Wanita Ini Meninggal Saat Baca Sholawat Maulid Nabi Muhammad SAW, Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit

Baca: Jadwal siaran langsung Liga Champion Live RCTI Rabu (28/10), Juventus, Liverpool, Real Madrid, PSG

Baca: Tangisan Supardi & Hariono di Depan Umuh Muchtar Sikapi Pengaturan Skor Persib vs PSMS Liga 1 2018

Baca: Hasil Akhir Belanda vs Jerman UEFA Nations League 2018, Skor 2-2, Jerman Gagal Lolos Semifinal

Baca: Kisah Sejumlah Atlet Banua yang Pindah Cabang Olahraga, Dari Pegang Bola Hingga Aquatic

Peringatan Maulid Nabi & Hari Besar Islam
oleh Ustadz Abdul Somad

Dalam Fatâwa al-Azhar dinyatakan oleh Syekh ‘Athiyyah Shaqar bahwa menurut Imam al-Suyuthi, al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dan Ibnu Hajar al-Haitsami memperingati maulid nabi itu baik, meskipun demikian mereka mengingkari perkara-perkara bid’ah yang menyertai peringatan maulid. Pendapat mereka ini berdasarkan kepada firman Allah Swt:

ﻭﺫ ﻛﺮﻫﻢ ﺑﺄﻳﺎﻡ ﺍﻟﻠﻪ

“Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah”. (Qs. Ibrahim [14]: 5).

 Imam an-Nasa’i, Abdullah bin Ahmad dalam Zawâ’id al-Musnad, al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Îmân dari Ubai bin Ka’ab meriwayatkan dari Rasulullah Saw bahwa Rasulullah Saw menafsirkan kalimat Ayyâmillah sebagai nikmat-nikmat dan karunia Allah Swt.

Dengan demikian maka makna ayat ini: “Dan ingatkanlah mereka kepada nikmat-nikmat dan karunia Allah”.

Halaman
1234
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved