Kriminalitas Batola

Kapolres Batola Malah Tertarik Lihat Tato Pelaku, Said: Khilaf Curi Kendaraan di Masjid

“Iya saya khilaf. Benar-benar khilaf pikiran saya saat itu. Saya curi kendaraan saat para jemaah sedang menjalankan salat subuh"

Kapolres Batola Malah Tertarik Lihat Tato Pelaku, Said: Khilaf Curi Kendaraan di Masjid
edi nugroho
Kapolres Batola AKBP Mugi Sekar Jaya melihat tato di tangan Said Mahmudin tersangka pencurian kendaraan sepeda motor Yamaha Yupiter di halaman Masjid Nurul Sa’adah Jalan Anjir Talaran Km 13, Desa Antar Jaya, Kec Marabahan dalam jumpa pers, Rabu (21/11/18) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - SAID Mahmudin tersangka pencurian kendaraan sepeda motor Yamaha Yupiter di halaman Masjid Nurul Sa’adah Jalan Anjir Talaran Km 13, Desa Antar Jaya, Kecamatan Marabahan Selasa (6/11/18) lalu mengaku khilaf sehingga terpikir mencuri sepeda motor.

“Iya saya khilaf. Benar-benar khilaf pikiran saya saat itu. Saya curi kendaraan saat para jemaah sedang menjalankan salat subuh,” kata Said Mahmudin jumpa pers yang digelar Polres Batola, Rabu (21/11/18) siang.

Kapolres Batola AKBP Mugi Sekar Jaya pun membuka lengan kiri Said dan didapati sebuah taro. Mugi pun tersenyum dan menanyakan kepada Said membuka membuat tato di lengan kiri tersebut. “Inggih lun membuat tato beberapa waktu lalu,” kata Said dalam keadaan terborgol.

Baca: Gisella Gugat Cerai Gading Marten, Minta Maaf Lalu Unggah Foto Ultah, Ingin Bersama Rawat Gempita

Baca: Kata & Ucapan Selamat Hari Guru 2018 Dalam Bahasa Inggris Cocok Peringati Hari Guru di Indonesia

Baca: Buntut Penggerebekan yang Dilakukan Vicky Prasetyo, Angel Lelga Lapor Balik Suaminya Karena ini

Menurut kapolres, tersangka Said mencuri sepeda motor Yamaha Yupiter warna hijau milik Diansyah yang diparkir di di halaman Masjid Nurul Sa’adah Jalan Anjir Talaran Km 13, Desa Antar Jaya, Kec Marabahan Selasa (6/11/18) lalu.

Menurut Mugi, saat salat subuh, korban Diansyah memarkir kendaraannya tanpa dikunci stang. Usia salah subuh, Diansyah mendapati kendarannya sudah tak ada di lokasi parkir.

Begitu kendaraannya tak ada di tempat, Diansyah pun menanyakan kepada Muliadi, salah satu kaum masjid, yakni Muliadi. Namun Muliadi ternyata tidak mengetahu keberadaan kendaraan milik Diansyah tersebut.

“Kasus ini segera dilaporkan ke Polsek Marahan Kota. Akibat kejadian pencurian tersebut, korban menderita kerugian mencapai Rp7 jutaan,” katanya.

Dijelaskan Mugi, unit Jatanras Sat Reskrim Polres Batola melakukan penyelidikan selama 1 bulan medapat informasi tersangka berada di wilayah Kapuas. Petugas pun mencokok tersangka di Jalan Barito, Gang 05, Kelurahan Selat Tengah, Kabupaten Batola, Kamis (15/11/18) lalu.

Dipaparkan Mugi, berdasarkan keterangan pelaku, yang bersangkutan ternyata bersama temannya Adnan alis Dumping saat ini saat ini masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Pelaku menggunakan kunci T dalam melakukan aksinya dan ternyata Said merupakan residivis dalam pencurian pupuk di wilayah Kecamatan Tabukan. (ogi).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved