Kriminalitas Balangan

Kapolsek Batumandi Ungkap Fakta Baru Soal Pencurian Celengan Masjid di Mantimin

Kasus pencurian celengan masjid di Desa Mantimin Kecamatan Batumandi yang terjadi pada Senin (19/11/2018) sekitar pukul 23.00 wita

Kapolsek Batumandi Ungkap Fakta Baru Soal Pencurian Celengan Masjid di Mantimin
istimewa/ Polsek Batumandi
Proses mediasi pelaku pencurian celengan Masjid di Mantimin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kasus pencurian celengan masjid di Desa Mantimin Kecamatan Batumandi yang terjadi pada Senin (19/11/2018) sekitar pukul 23.00 wita yang dilakukan oleh Udun (22) berakhir dengan kesepakatan melalui mediasi.

Udun melakukan pencurian kotak amal di Masjid Al Muqarobin Desa Mantimin yang berisi uang sebanyak Rp 268.000.

Kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (21/11/2018) Kapolsek Batumandi Iptu H Siswanto mengatakan, pelaku merupakan warga Desa Batu Merah Kecamatan Lampihong.

"Pelaku ikut dengan bibinya karena yatim piatu sejak kecil," ujarnya.

Kemudian diketahui juga bahwa pelaku tidak bisa berkomunikasi atau bisu tuli sejak lahir.

"Hal itu diketahui setelah Unit Reskrim Polsek Batumandi berhasil menemukan keluarganya dengan cara membawa pelaku untuk menunjukkan jalan pulang, ternyata malah ke Desa Bakung Kecamatan Batumandi," jelasnya.

Selanjutnya kata kapolsek pada hari Selasa (20/11/2018) sekitar pukul 15.00 wita dilakukan mediasi antara pihak pelaku yang di wakili oleh Misbah selaku pihak pertama dengan pihak korban yang diwakili H. Supiani yang merupakan Pengurus masjid Al Muqarobin Desa Mantimin selaku pihak kedua.

"Mediasi disaksikan juga oleh Kades Mantimin dan pengurus masjid lainnya dengan mediator anggota Polsek Batumandi yang dipimpin langsung oleh saya selaku Kapolsek Batumandi," katanya.

Lebih lanjut disampaikannya dalam mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan yaitu pihak pertama yang mewakili telah meminta maaf kepada pihak kedua.

Kemudian pihak kedua bersedia memaafkan pihak pertama, pihak pertama berjanji tidam mengulangi lagi, dan pihak kedua menyerahkan dan memohon kepada polsek untuk melakukan pembinaan kepada pihak pertama selama tujuh hari yang dimulai tanggal 20 s/d 26 November 2018.

"Pihak pertama sanggup dan bersedia untuk menjalani pembinaan di Polsek Batumandi, dan jika pihak pertama melanggar isi perjanjian maka siap di proses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Menurut kapolsek jika seandainya tidak ada mediasi maka Polri tetap akan memproses dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian ringan dan TSK nya sesuai UU tidak bisa di tahan.

(banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved