Berita Kabupaten Banjar

Ribuan Bibit Sengon Diangkut ke Paramasan, Ini Tujuannya

"Hari ini (kemarin, red) kami mengangkut bibit kayu Sengon dari Taniran, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)"

Ribuan Bibit Sengon Diangkut ke Paramasan, Ini Tujuannya
Idda Royani
Tim Kementerian LH dan petugas lapangan KPH Banjar mengecek lahan di Desa Remo, dua pekan lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Warga pedalaman di Kabupaten Banjar saat ini mulai gencar mengembangkan hutan rakyat maupun hutan kemitraan. Bahkan ribuan bibit kayu hutan secara bertahap mulai diangkut ke lokasi.

"Hari ini (kemarin, red) kami mengangkut bibit kayu Sengon dari Taniran, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Ngangkutnya pakai dua unit mobil pikap," ucap Agus Makhfudz, koordinator Penyuluh Kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Banjar, Rabu (21/11/2018).

Baca: Gisella Gugat Cerai Gading Marten, Minta Maaf Lalu Unggah Foto Ultah, Ingin Bersama Rawat Gempita

Ia menuturkan bibit kayu hutan tersebut diambil dari Balai Perhutanan Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung (BP DAS HL) Kabupaten HSS. Ukuran bibit masih kecil, tingginya baru sekitar 10 sentimeter sehingga perlu disemai lanjutan selama sekitar setengah bulan untuk kemudian ditanam.

"Sebenarnya belum saatnya mengambil bibitnya. Tapi, karena khawatir tak kebagian lagi, ya akhirnya kami putuskan mengambil sekarang ketimbang kehabisan kalau nunggu agak besar," tandas Agus via telepon.

Baca: Kata & Ucapan Selamat Hari Guru 2018 Dalam Bahasa Inggris Cocok Peringati Hari Guru di Indonesia

Bibit Sengon tersebut, sebutnya, untuk pengembangan hutan kemitraan (hutan produksi) di Desa Paramasanbawah, Kecamatan Paramasan. Luasan area yang diajukan warga setempat 500 hektare. Pada Desember mendatang usulan tersebut akan diverifikasi teknis (vertek) oleh tim dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH).

Agus menerangkan proses perizinan pengelolan hutan kemasyarakatan (hutan rakyat maupun hutan kemitraan) melalui tiga tahapan. Pertama, sosialisasi kelompok pengelola, lalu tahap fasilitasi yang output-nya berupa penyiapan berkas dokumen usulan. Kemudian tahap vertek dari kementerian.

Lebih lanjut Agus menerangkan di wilayah kerjanya di Kecamatan Paramasan dan Telagabuntung saat ini ada dua usulan hutan kemasyarakatan. Pertama, usulan pengelolaan hutan rakyat (hutan desa) seluas 500 hektare yang diajukan warga Desa Remo, Kecamatan Paramasan.

"Yang di Remo prosesnya sudah tahap akhir. Vertek telah dilakukan dua pekan lalu sehingga sekarang tinggal nunggu SK-nya dari Kementerian Kehutanan," ucap Agus.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved