Berita Hulu Sungai Tengah

BumDes Alat Kelola Wisata Petualangan River Tubing Meratus HST, Bisa Ambil Durian Lho

Warga desa-desa di pegunungan Meratus. Kabupaten Hulu Sungai Tengah kini mulai ramai mengembangkan potensi wisata di wilayah masing-masing.

BumDes Alat Kelola Wisata Petualangan River Tubing Meratus HST, Bisa Ambil Durian Lho
istimewa/ BumDes Desa Alat untuk BPost Group
Wisatawan sedang menikmati wisata river tubing Meratus di Desa Alat, Kecamatan Hantakan Hulu Sungai Tengah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Warga desa-desa  di pegunungan Meratus. Kabupaten Hulu Sungai Tengah  kini mulai ramai mengembangkan potensi wisata di wilayah masing-masing.

Setelah Gua Limbuhang di Desa Haliau dan Riam Bajandik di Desa Baru Kecamatan Batubenawa serta wisata arung jeram di Desa Natih Kecamatan Batangalai Timur, kini warga Desa Alat, Kecamatan Hantakan, melakukan hal serupa.

Di desa tersebut, ada wisata alam seru  yang tergolong baru di HST, yaitu River Tubing Meratus. River Tubing, atau mengarungi sungai di Desa Alat dari hulu pegunungan Meratus menggunakan ban dalam ukuran besar.

Berbeda dengan di desa lain yang masih dikelola peroragangan atau kelompok masyarakat, Wisata petualangan tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Desa Alat.

Sejak dua bulan terakhir, pihak BumDes melayani wisata yang menawarkan petualangan menyusuri sungai Meratus dengan tubing tersebut. Tersedia 17 tubing, namun untuk satu kali trip Arangani- Alat, maksimal 15 orang, dan minimal 10 orang. Untuk menikmati wisata seru tersebut, satu orang hanya dikenakan tariff Rp 30 ribu.

Baca: Pelaku Bawa Potongan Kepala Kepala Mayat di Lok Baintan Pakai Benda Ini, Polisi Temukan Parang

Baca: Cek Live Streaming Pengumuman Resmi BKN Terkait Sistem Ranking Tes SKD CPNS 2018 di Sini

Baca: Jelang Arema FC vs Barito Putera Liga 1 2018, Pelatih Barito Putera Pastikan Pemain Ini Absen

“Fasilitasnya, air mineral kemasan botol, camilan kue wafer, standar keamanan (baju pelampung dan helm), rescue team, trip empat kilometer tubing serta sarana transportasi menuju ke titik start bagian hulu sungai di Arangani,”kata Hidayatulah, Ketua BumDes, Pengelola River Tubing Meratus, kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (22/11/2018).

Selain fasilitas tersebut, saat sedang musim buah durian seperti sekarang, pengujung saat menggunakan tubing juga dibolehkan memungut buah durian yang jatuh dari pohonnya, di sepanjang jalur trip, jika menemukan buah jatuh. Tak hanya, durian, ada juga buah kasturi dan mangga ampalam (jenis mangga lokal) yang banyak ditemukan di pinggir sungai selama musim buah.

Namun, untuk bisa bertubing ria, wisatawan harus terlebih dahulu menghubungi salah satu dari tiga nomor ini, yaitu 081349371116 (Hijri), 08558777773 (Salmani/Asing) dan 085251010101 (Dayat). Mereka adalah tim pengelola dari BUmDes Desa Alat. “Mengapa harus konfirmasi terlebih dahulu dan tak bisa dadakan, karena kami harus mengatur jadwal, biar tak berbarengan dengan wisatawan lainnya,”kata Dayat.

Selain itu, kata Dayat, juga agar jumlah yang ikut tubing minimal dan maksimal terpenuhi.  Juga terkait keterbatasan tubing yang dimiliki, guide serta perlengkapan keamanannya. Karena itu, setiap hari hanya bisa melayani dua trip. Satu trip, 10 sampai 15 orang, dengan jarak  empat kilometer perjalanan air. Adapun waktu tempuhnya,  2 jam sampai 2,5 jam. Start dari Balai Arangani, finish di Desa Alat.

Baca: Detik-detik Penemuan Potongan Kepala Mayat Lok Baintan, AKBP Himawan : Sudah di RSUD Ulin

Baca: Tetangga Ungkap Fakta Soal Settingan Angel Lelga Digerebek Vicky Prasetyo, Temukan Fiki Alman

Dijelaskan, selama dua bulan wisata tersebut dibuka, banyak wisatawan yang antre mendaftar.

Dayat meyebutkan, untuk tenaga instruktur yag juga guide, baru ada empat orang. Mereka telah terlatih karena sudah sekitar dua tahunan menjadi pemandu tubing di sungai Alat. “Sebenarnya, river tubing ini sudah jalan dua tahunan, dulu dikelola perorangan. Baru dua bulan ini dikelola BumDes,”jelasnya.

Mengenai keamanan menggunakan tubbing di medan berbatu, Dayat memastikan aman karena kedalaman airnya cukup. Meski demikian, tetap melihat kondisi cuaca. Sebab, jika hujan deras, berisiko karena ketinggian air dengan cepat terjadi di wilayah hulu Meratus tersebut. Dijelaskan, ada dua jalur yang ditawarkan ke wisatawan, yaitu jalur ektrem dengan jeram yang cukup deras, serta jalur santai dengan jeram sedang.

Untuk dijalur santai, semua orang bisa melakukannya, termasuk bagi yang tak pandai renang. Menurut Dayat, river tubbing di pula Jawa, berbeda dengan di HST, karena airnya lebih jernih, dan alamnya sangat sejuk, masih hijau dan asri. “River tubing di pulau Jawa, seperti Sungai Oyo Jogjakarta, airnya keruh,”kata Dayat. Kedepan, kata Dayan, untuk pengembangan wisata alam tersebut, pihaknya akan membuka trip yang bisa mencapai sebuah air terjun yang ada di desa tersebut. “Sekarang trip yang ada dulu,”pungkasnya.

Sementara, Plt Bupati HST HA Chairansyah saat berkunjung ke Desa Alat mengaku terkesan dan bangga dengan usaha wisata yang dikelola Bumdes Membangun Bersama. Mereka, kata Chairansyah punya kreatifitas  memanfaatkan potensi keindahan  alam Meratus menjadi obyek wisata bernilai bisnis.

“Ini patut menjadi contoh bagi Bumdes lain di HST,  bagaimana menggali dan memanfaatkan sumber daya dan potensi lokal bernilai ekonomis. Sekalian mendidik masyarakat mencintai Meratus,” katanya.  (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved