Ekonomi dan Bisnis

Coffe Festival Mendorong Potensi Kopi di Kalimantan Selatan, Sekaligus Perkenalkan Kopi Lokal

BI Kalsel menginisiasi festival kopi di Banjarmasin dengan tajuk Duta Borneo Coffe Festival di Duta Mall Banjarmasin yang akan berlangsung sejak Kamis

Coffe Festival Mendorong Potensi Kopi di Kalimantan Selatan, Sekaligus Perkenalkan Kopi Lokal
banjarmasinpost.co.id/m maulana
Kepala KPw BI Kalsel, Herawanto, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, dan Kepala OJK Regional IX Kalimantan, Haryanto saat menyeduh kopi sendiri di acara Duta Borneo Coffe Festival di Duta Mall Banjarmasin, Kamis (22/11/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (KPw BI Kalsel) mendorong pengembangan kopi di Kalsel sebagai program yang terintegrasi dengan pengembangan sektor pariwisata.

Kali ini BI Kalsel menginisiasi festival kopi di Banjarmasin dengan tajuk Duta Borneo Coffe Festival di Duta Mall Banjarmasin yang akan berlangsung sejak Kamis (22/11/2018) hingga Minggu (25/11/2018).

Kegiatan yang diselenggarakan komunitas kopi di Banjarmasin ini mendapat dukungan penuh dari Walikota Banjarmasin serta kalangan perbankan yang tergabung dalam Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kalsel.

Selain memperkenalkan produk kopi khas Kalsel, festival tersebut juga menampilkan varian kopi nusantara. Dalam festival ini juga diselenggarakan barista battle, competition latte art, food festival, dan talkshow traditional coffee.

Baca: Resmi Ditunjuk Sebagai BPS BPIH, Bank Kalsel Gelar Sharia Banking Network

Baca: Peluang Persija Jakarta Juara Liga 1 2018 Jelang Persija vs Sriwijaya FC & PSM vs Bali United

Dijelaskan Kepala KPw BI Kalsel, Herawanto, festival kopi ini merupakan upaya mengangkat kopi lokal. "Karena kopi lokal ini bisa sebagai penarik dan pendorong dari tumbuhnya industri pariwisata di Kalsel dan Banjarmasin," ujar Herawanto.

Ia menambahkan berdasarkan penelitian sudah ada pengembangan ekonomi daerah bahwa pariwisata merupakan sumber ekonomi baru yang sedang dikembangkan.

"Ini salah satu strategi yang jitu, jadi akan aneh apabila tidak mengembangkan kopi lokal, karena identitas daerah salah satunya diwakili oleh Kopi," ungkapnya.

Ia melanjutkan nantinya petani kopi kalsel juga akan diedukasi bagaimana untuk membudidayakan kopi yang bagus.

"Saat ini kami masih melakukan pemetaan dengan teman-teman komunitas kopi untuk mencari yang potensial, karena kebanyakan di sini perkebunan rakyat yang masih jauh dari profesional sehingga ini masih menjadi PR bersama," imbuhnya.

Baca: Pengakuan Adik Vicky Prasetyo Soal Settingan Angel Lelga Digerebek Kakaknya, Lalu Ada Fiki Alman

Baca: Kue Cincin, Bangkitkan Ekonomi Warga Batung Muara Rintis, Sekarang Cukup di Pinggir Jalan

Sementara Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengapresiasi diselenggarakannya festival kopi di Banjarmasin. "Tentu ini sangat kami dukung dalam rangka mengangkat kopi lokal menjadi pilihan secara nasional," ujar Ibnu.

Sedangkan menurut Pemilik Biji Kopi, Dwi Putra yang juga sebagai pengisi acara Coffe Festival, kegiatan seperti ini sangat bagus dilakukan untuk memperkenalkan kopi lokal.

"Harapan saya khususnya kopi Aranio Kalsel bisa punya nama di tingkat nasional, karena kopi Aranio saat ini di Aceh sangat diterima, makanya saya barter kopi Aranio dengan kopi lokal Aceh. Jadi saling menguntungkan," lanjutnya.

Selain itu ia mengharapkan kegiatan serupa selalu diselenggarakan terlebih dengan nuansa khas Kalsel seperti di pinggiran sungai.

(Banjarmasinpost.co.id/ Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved