Banjarbaru Berinovasi

8.199 Warga Banjarbaru Terima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani meluncurkan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

8.199 Warga Banjarbaru Terima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
istimewa/ humas pemko banjarbaru
Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani meluncurkan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Banjarbaru di Halaman Kecamatan Banjarbaru Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani meluncurkan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Banjarbaru di Halaman Kecamatan Banjarbaru Selatan.

Nadjmi Adhani mengatakan, penerima Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Banjarbaru sebanyak 8.199 keluarga penerima manfaat.

BPNT ini adalah program dari Kementerian Sosial untuk masyarakat penerima manfaat melalui mekanisme uang elektronik, sebagai bantuan sosial di bidang pangan, menggantikan program Raskin.

Uang elektronik ini berupa tabungan dan kartu ATM yang menjadi media penyaluran bantuan pemerintah sebesar Rp 110.000 setiap bulan.

Di Kota Banjarbaru, program BPNT disalurkan oleh BRI yang telah menyiapkan dukungan berupa 1 kantor cabang pembantu di KCP A Yani, 7 kantor BRI unit serta 10 unit e-warung dan 29 agen BRIlink yang tersebar di Kota Banjarbaru dimana masyarakat bisa membeli kebutuhan pangannya seperti seperti beras, gula dan telur.

"Berharap bantuan ini dapat mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang seimbang kepada Keluarga Penerima Manfaat. Apalagi sebagian keluarga tersebut juga menerima bantuan Program Keluarga Harapan," ucap Nadjmi.

Nadjmi Adhani berpesan agar kartunya disimpan baik-baik, dipergunakan sebaik-baiknya dan tidak disalahgunakan.

Peluncuran program ini juga diiringi dengan penyerahan secara simbolis BPNT oleh Wali Kota Banjarbaru kepada penerima manfaat.
Launching penyaluran Bantuan Sosial BNPT (Bantuan Pangan Non Tunai).

BNPT ini adalah program baru dari pemerintah untuk masyarakat kriteria prasejahtera melalui mekanisme uang elektronik, sebagai bantuan sosial di bidang pangan, menggantikan program Raskin yang pendistribusiannya sudah berakhir pada bulan Maret 2018 lalu. (*/AOL)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved