Berita Hulu Sungai Utara

Bupati HSU Sementara Larang Rumah Sakit Mulia Melakukan Operasi

Bupati HSU Abdul wahid usai melihat kondisi pasien lahir kembar siam mengatakan bahwa pasien memang belum tertangani secara maksimal

Bupati HSU Sementara Larang Rumah Sakit Mulia Melakukan Operasi
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Bupati melihat ruang operasi di RS mulia Amuntai 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Bupati HSU Abdul wahid usai melihat kondisi pasien lahir kembar siam mengatakan bahwa pasien memang belum tertangani secara maksimal di Rumah Sakit Mulia Amuntai, menurutnya ruangan untuk anak dan ruang operasi yang sudah ditinjaunya masih kurang layak karena kurang steril.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit baik RS Mulia Amuntai dan RSUD Pembalah Batung serta kepada keluarga untuk memindahkan pasien anak lahir kembar siam ke RSUD Pembalah Batung,” ujarnya.

Abdul Wahid menambahkan meskipun dirinya tidak mengetahui secara detail tentang alat kesehatan namun dilihat dari ruangan dan kebersihan memang terlihat kurang layak.

Pemerintah Daerah akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit untuk melakukan evaluasi.

Baca: Cara Mudah Pelajari Sistem Ranking di Permenpan No 61 Tahun 2018 Jelang Tes SKB CPNS 2018

Baca: Gisella Anastasia Gugat Cerai Gading Marten, Gading Masih di Spanyol, Gisel Sukai Unggahan Ini

Baca: Nikita Mirzani Komentari Perceraian Gading Marten dan Gisella Anastasia, Kasihan Gempita!

Baca: BKN Contohkan 5 Kasus Pelajari Sistem Ranking CPNS 2018 di Permenpan No 61 Tahun 2018 Bisa Lolos SKB

“Sementara Rumah Sakit Mulia Amuntai kami larang untuk melakukan operasi caesar,” ujarnya.

Menyinggung tentang adanya dokter yang bekerja di dua tempat dalam satu waktu menurut Wahid hal itu merupakan sebuah pelanggaran.

Karena dalam perjanjian tidak boleh ada dokter yang terikat kerjasama dengan RSUD Pembalah Batung yang bekerja di rumah sakit lain pada jam kerja.

Untuk permaslahan dokter masih akan dilakukan konfirmasi antara pemerintah daerah, pihak RSUD Pembalah Batung dan dokter terkait.

“Jika masih ada dokter yang melanggar aturan kontrak kerjasama dengan Pemerintah Daerah maka akan kami putus kontrak,” ungkap Wahid.

Pihak Rumah Sakit Mulia enggan memberikan penjelasan mengenai izin operasi dan fasilitas yang dimiliki dengan alasan pimpinan sedang berada di luar daerah.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved