Berita Internasional

Pengusaha Ini Bongkar Praktik 'Buruk' Microsoft yang Simpan Data Pengguna Word, Excel dan Powerpoint

Kebocoran data ini ditemukan oleh perusahaan regulasi yang bekerja untuk Kementerian Keadilan Belanda, Privacy Company.

Pengusaha Ini Bongkar Praktik 'Buruk' Microsoft yang Simpan Data Pengguna Word, Excel dan Powerpoint
The Telegraph
Ilustrasi Microsoft 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ketahuan menyimpan data pengguna secara diam-diam lewat perangkat lunak bikinannya, raksasa teknologi Microsoft terancam denda.

Kebocoran data ini ditemukan oleh perusahaan regulasi yang bekerja untuk Kementerian Keadilan Belanda, Privacy Company.

Perusahaan regulator itu menyebut adanya pengumpulan data pribadi skala besar secara terselubung lewat aplikasi Microsoft Office, yaitu Excel, Word, dan Powerpoint, tanpa adanya pemberitahuan.

"Data pengguna dikumpulkan melalui sistem operasi Windows 10 Enterprise dan Microsoft Office yang tersimpan di server Amerika dan rentan terhadap isu privasi pengguna." sebut laporan pemerintah Belanda.

Baca: Inilah Daftar Nama 125 Jenazah Korban Lion Air JT 610 yang Berhasil Dikenali, 67 Tak Teridentifikasi

Baca: BREAKING NEWS - Ditemukan Mayat Perempuan dalam Mobil Swift, Warga Gambut Geger

Pemerintah Belanda sendiri peduli akan peristiwa ini dan cemas akan data para pengguna di negerinya, khususnya data 300.000 pegawai sipil Belanda yang menggunakan berbagai produk besutan Microsoft.

Baca: Tragedi Pesawat Lion Air JT 610, 64 dari 189 Korban Tak Teridentifikasi

Dalam pembelaan terkait isu ini, perusahaan besutan Bill Gates itu mengatakan pihaknya mengumpulkan data untuk tujuan fungsional dan keamanan. Namun, laporan sang regulator berkata lain.

Data pengguna diketahui bocor lewat sebuah sistem telemetri (sistem yang mengawasi perangkat lunak) Microsoft, melalui subjek e-mail dan cuplikan konten pada aplikasi terkait.

Tak hanya itu, pada aplikasi Office, penggunaan sistem otomatisasi seperti auto-correct serta fitur spell-checker, yang biasa digunakan pengguna untuk mengecek ejaan dan kosa kata, disebut dapat memicu sistem untuk menyimpan data pengguna.

Terkait masalah ini, sebenarnya Microsoft sudah janji bahwa layanannya, termasuk penanganan dan pengelolaan data pengguna, akan ditingkatkan secara bertahap hingga 2019 April nanti.

Pihaknya pun menyatakan akan bersikap kooperatif dengan pihak regulasi terkait desas-desus bocoran data pengguna ini dengan mengutamakan keleluasaan pengguna dalam menggunakan produk Microsoft Office dan produk bikinan raksasa teknologi lain itu.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved