Banjarbaru Berinovasi

Persatuan Isteri Insinyur Indonesia Kalsel Ciptakan Generasi bebas Narkoba

Seminar peran perempuan dan mahasiswa dalam menciptakan generasi bebas narkoba, digelar sekaligus HUT ke-51 Persatuan Isteri Insinyur Indonesia (PIII)

Persatuan Isteri Insinyur Indonesia Kalsel Ciptakan Generasi bebas Narkoba
istimewa/ humas pemko banjarbaru
Seminar peran perempuan dan mahasiswa dalam menciptakan generasi bebas narkoba, digelar sekaligus dirangkaikan dengan HUT ke-51 Persatuan Isteri Insinyur Indonesia (PIII) perwakilan Kalsel, di Aula Fakultas Kehutanan Lantai 3 Universitas Lambung Mangkurat di Banjarbaru, Kamis (22/11/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Seminar peran perempuan dan mahasiswa dalam menciptakan generasi bebas narkoba, digelar sekaligus dirangkaikan dengan HUT ke-51 Persatuan Isteri Insinyur Indonesia (PIII) perwakilan Kalsel, di Aula Fakultas Kehutanan Lantai 3 Universitas Lambung Mangkurat di Banjarbaru, Kamis (22/11/2018). 

Hadir sekaligus jadi narasumber, Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani didampingi Wakil Ketua I TP PKK Kota Banjarbaru Hj Eny Apriyati Darmawan Jaya dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian & Perikanan Kota Banjarbaru Siti Hamdah.

Tampak hadir Kepala BNN Kota Banjarbaru Sugito. PIII Kalsel merasa sangat perlu penanganan serius mencegah pengguna-pengguna baru khususnya dari kalangan pelajar hingga mahasiswa.

Perwakilan PIII Kalsel Hj Violet Hatta mengatakan jika keadaan tersebut sudah tak terhingga lagi banyaknya kasus narkoba yang mencuat ke publik, dengan temuan BNN dan kepolisian membuat semua orang terkejut.

"Hal ini menimbulkan kekhawatiran semua pihak, dan yang harus semakin waspada adalah keluarga. Apalagi para pengedar selalu mengincar pengguna di kalangan pelajar dan mahasiswa," katanya.

Dikatakannya, dengan peranan perempuan pada kehidupan anak dirumah sangat berpengaruh pada kehidupan anak tersebut.
Ririen Nadjmi Adhani menjelaskan perlunya pendekatan secara intensif antara anak dan ibu, dimana kedekatan tersebut bisa melindungi anak dari potensi pengaruh negatif dari luar.

"Diharapkan dengan pendekatan dan perkataan yang baik dan ramah dapat membuat anak menjadi nyaman dengan kita (ibu) anak diharapkan tidak lari kearah yang negatif dan pengaruh obat-obatan terlarang" ucap Ririen. (*/AOL)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved