Yayasan Adaro Bangun Negeri

SMKN 1 Paringin Kembali Ukir Prestasi di Kompetisi Proyek Sains Adaro

Determinasi, kerja keras dan pantang menyerah menjadi modal Farhat Adha,siswa SMKN 1 Paringin hingga bisa membawa pulang salah satu nominasi terbaik

SMKN 1 Paringin Kembali Ukir Prestasi di Kompetisi Proyek Sains Adaro
istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri
Siswa SMKN 1 Paringin hingga bisa membawa pulang salah satu nominasi terbaik pada Final Kompetisi Proyek Penelitian Sains Adaro Community Based Education (ACBE) yang diselenggarakan oleh bidang Pendidikan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) pada Sabtu dan Minggu (17-18/11/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Determinasi, kerja keras dan pantang menyerah menjadi modal Farhat Adha,

siswa SMKN 1 Paringin hingga bisa membawa pulang salah satu nominasi terbaik pada Final Kompetisi Proyek Penelitian Sains Adaro Community Based Education (ACBE) yang diselenggarakan oleh bidang Pendidikan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) pada Sabtu dan Minggu (17-18/11/2018).

Berkompetisi dengan 74 siswa dari 37 sekolah lain diakui Farhat Adha bukanlah hal suatu hal yang mudah. Namun demikian seperti anak pada umumnya, siswa yang baru kali pertama mengikuti perlombaan bidang sains ini sedikit gelisah bercampur tidak percaya bahwa dirinya terpilih sebagai “The Most Excellent Team” pada kompetisi proyek penelitian yang diselenggarakan di Auditorium Tabalong Islamic Center tersebut.

"Orang pertama yang mengenalkan saya kepada proyek sains adalah kaka tingkat saya sendiri yakni Suhada dan Muhammad Ardi, yang sebelumnya mengikuti kompetisi serupa hingga menjadi salah seorang juara, dan mereka yang pertama kali mengenalkan kepada saya tentang bidang teknologi mikrokontrole," katanya.

Siswa SMKN 1 Paringin hingga bisa membawa pulang salah satu nominasi terbaik
Siswa SMKN 1 Paringin hingga bisa membawa pulang salah satu nominasi terbaik (istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri)

Sejak saat itulah, inbuhnya, bayang-bayang akan kompetisi sains terus menggelayuti saya hingga akhirnya tertarik untuk mencari tahu dan membuat proyek penelitian ini.

Diakui Farhat, bahwa seluruh peserta memiliki peluang yang sama dalam kompetisi, terlebih beberapa sekolah lain yang sudah kerap kali mengikuti pertandingan serupa, dinilainya memiliki pengalaman dan keunggulan terbesar dalam memenangi kompetisi tersebut, namun semangat berkompetisi dan kerja keras selama beberapa bulan menjadi modal besar bagi Farhat dan Muhammad Fahrizanoor untuk tetap optimis memenangi kejuaraan.

Ia kemudian membuat sebuah proposal berupa rancangan proyek penelitian, bersaing dengan puluhan proposal lain Farhat kemudian lolos dan masuk tahap seleksi dan mendapat pendampingan selama empat hari dalam intensive training, siswa diberikan pendampingan secara intensif dan keseluruhannya mendapatkan tantangan untuk mencari pemecahan masalah yang berada di lingkungan hidupnya.

SMKN 1 Paringin Kembali Ukir Prestasi di Kompetisi Proyek Sains Adaro
SMKN 1 Paringin Kembali Ukir Prestasi di Kompetisi Proyek Sains Adaro (istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri)

Dari permasalahan itu mereka diminta menuangkannya dalam sebuah proyek penelitian.

“Pertama, saya ingin mengembangkan wawasan dan menambah pengalaman saya melalui kompetisi proyek tahun ini. Kedua, berkaca pada kompetisi proyek 1 tahun yang lalu, M. Ardi dan Suhada memenangkan kompetisi proyek tersebut dan karena hal tersebut saya ingin memenangkan kompetisi proyek tahun ini dan mempertahankan gelar juara untuk SMK Negeri 1 Paringin,"tambahnya.

Usaha yang dilakukan Farhat dan Fahrizanoor tidak terbilang gampang, Farhat tidak jarang harus lembur dan telat pulang sekolah untuk menyelesaikan proyek penelitian yang dimilikinya.

Halaman
12
Penulis: Dony Usman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved