Berita Hulu Sungai Tengah

Terciduk 'Bajak' Sopir Taksi di Depan RSUD Damanhuri, Ternyata Calo Ini Juga Bawa Senjata Tajam

“Ketiganya kepergok melakukan pungutan liar kepada sopir angkutan di jalan Murakata, depan RSUD Damanhuri"

Terciduk 'Bajak' Sopir Taksi di Depan RSUD Damanhuri, Ternyata Calo Ini Juga Bawa Senjata Tajam
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Para calo penumpang dikeluhkan para sopir taksi angkutan umum L 300, karena selama ini membebani para sopir dengan pungutan liar atau membajak sopir.

Padahal, saat ini kondisi usaha angkutan umum sedang lesu, karena sebagian masyarakat jarang menggunakan angkutan umum, dan lebih memilih naik sepeda motor maupun pakai mobil pribadi.

Menyikapi hal tersebut Unit Resmob Satreskrim Polres HST melaksanakan razia penyakit masyarakat, dalam rangka cipta kondisi. Termasuk praktek pungutan liar kepada sopir taksi. Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, melalui Humas Polres HST Bripka M Husaini, Jumat (23/11/2018) menyatakan, tim Resmob berhasil menciduk tiga orang calo penumpang.

Baca: BREAKING NEWS - Ditemukan Mayat Perempuan dalam Mobil Swift, Warga Gambut Geger

“Ketiganya kepergok melakukan pungutan liar kepada sopir angkutan di jalan Murakata, depan RSUD Damanhuri Barabai, Selasa siang, 20 Nopember 2018 lalu,” kata Husaini.

Dijelaskan, ketiga orang tersebut dikeluhkan para sopir sering melakukan pungli, dengan dalih telah mencarikan penumpang. Mereka meminta uang jasa kepada sopir sesuai keinginan mereka. Padahal, penumpangnya sendiri tak meminta cari taksi melalui calo.

Baca: Pemenggal Kepala Sudah Masuk Sel Polres Banjar, AKP Sofyan: Pelaku Warga Kapuas

“Saat terpergok melakukan pungli tersebut, anggota Resmob mengggeledah badan mereka. Ternyata satu di antaranya, berinisial AK warga Jalan HM Ramli Barabai membawa senjata tajam. Sebelumnya, dia berusaha membuang senjata tajam jenis pisau tersebut lengkap dengan kumpangnya,” kata Husaini.

Namun, upaya AK sia-sia karena sudah diketahui dia bawa senjata tajam. Ketika ditanya anggota Resmob tentang kepemilikan senjata tajam tersebut, tersangka, jelas Husini tidak dapat menunjukan izin membawa senjata tajam ,dari kepolisian. Selanjutnya ketiga pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres HST untuk proses hukum.

Di Polres HST, AK diproses hukum karena melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Tajam, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun. Sedangkan dua rekannya, yang terlibat pungli terhadap sopir angkutan, dilakukan pembinaan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarganya.

Baca: Driver Online Cantik Ini Sudah Dua Kali Ketangkep di Bandara, Mereka Bikin Aturan Seenaknya

Kapolres, kata Husini mengimbau kepada masyarakat agar tidak membawa senjata tajam saat keluar rumah, dengan alasan yang tak dibenarkan, karena malanggar hukum. Selain itu, membawa senjata tajam tanpa tujuan yang dibenarkan, berpotensi menimbulkan tindak pidana, ketika pembawanya tak bisa mengendalikan emosi.

Seperti tindak pidana penganiayaan, dan pembunuhan. Terkait praktek calo, dengan melakukan pungutan liar kepada sopir, juga melanggar UU dan bisa dikenakan pasal pemerasan. Untuk itu para calo penumpang, diimbau tak lagi melakukan perbuatan tersebut jika tak ingin diproses secara hukum. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved