Pilpres 2019

Gara-gara Status Soal Pilpres 2019 di Medsos, 2 Pria Saling Tantang Berujung Duel, 1 Meninggal

Gara-gara Status Soal Pilpres 2019 di Medsos, 2 Pria Saling Tantang Berujung Duel, 1 Meninggal

Gara-gara Status Soal Pilpres 2019 di Medsos, 2 Pria Saling Tantang Berujung Duel, 1 Meninggal
Android Central
Facebook Messenger 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berawal dari status terkait Pilpres 2019 di media sosial, dua orang akhirnya saling tantang dan berujung duel di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Subaidi, seorang tukang gigi, tewas setelah tubuhnya ditembus peluru panas dengan pistol rakitan milik Andika, pelaku. Jelang Pilpres 2019

Rabu (21/11/2018) siang, korban warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, batal mendatangi pasiennya di Desa Sukobanah Laok.

Di tengah jalan, dia bertemu pelaku, pria pemilik akun Facebook yang menantang guru korban lewat komentar di status Facebook.

Baca: Hasil Persija Jakarta vs Sriwijaya FC Liga 1 2018, Skor 3-1 Babak Pertama, Gol Cepat Marco Simic

Baca: Hasil Akhir Persipura Jayapura vs PSMS Medan Liga 1 2018, Skor 3-1, Gol Boaz Benamkan PSMS

Baca: Gisella Anastasia dan Gading Marten di Luar Negeri, Ini Kabar Terbaru Gempita Nora Marten

Baca: Nasehat Gus Mus Diungkap Mahfud MD Soal Sikap Politik di Pemilu 2019 dan Pilpres 2019

Keduanya pun terlibat duel. Korban membawa senjata tajam dan pelaku membawa pistol rakitan.

Akhir cerita, pelaku menembak dada korban hingga tembus ke punggung. Korban pun tewas.

"Dalam hitungan jam, Polres Sampang berhasil membekuk pelaku," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera, Sabtu (24/11/2018).

Sebelumnya, guru korban sempat mengunggah foto dengan memegang senjata tajam.

Foto tersebut dilengkapi status yang menantang pendukung salah satu calon presiden. Kemudian status guru korban dibalas oleh akun Facebook atas nama Idris Afandi Afandi yang diduga milik pelaku, dengan komentar bernada siap menghadapi tantangan itu.

Rekan korban sempat mendatangi rumah pelaku untuk mengonfirmasi komentar tersebut. Pelaku membenarkan akun tersebut miliknya, namun bukan dirinya yang menulis komentar.

Baca: Respons Nadirsyah Hosen Soal Kasus Dahnil Anzar Dipuji Sujiwo Tedjo, Terkait Dukungan Pilpres 2019?

Baca: Kisah Penyebar 843 Meme Hoaks di Sosmed yang Menyerang Ahok dan Jokowi Soal PKI

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Spanyol di SCTV, Eibar vs Real Madrid, Atletico Madrid vs Barcelona

"Pelaku mengaku ponselnya telah dijual dan tidak mengetahui siapa yang menulis komentar tersebut," jelas Barung.

Beberapa hari setelahnya, korban mengunggah video pelaku yang disebutnya ketakutan hingga terkencing-kencing saat didatangi rekannya.

Dalam video tersebut, korban juga memberi keterangan akan membunuh pelaku jika bertemu. Pertemuan pun terjadi hingga berujung duel pada Rabu (21/11/2018) siang.

Pelaku kini mendekam di tahanan Polres Sampang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Pelaku dijerat pasal berlapis tentang pembunuhan yang disengaja dan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup, atau penjara selama 20 tahun," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berawal dari Status soal Pilpres di Facebook, 2 Pria Terlibat Duel, 1 Orang Tewas"

Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved