Opini Publik

Guru Profesional dan Metode Menemu Baling (Refleksi Hari Guru Nasional 25 November)

Guru dan Tenaga kependidikan berperan dalam melaksanakan program strategis dalam peningkatan mutu pendidikan.

Guru Profesional dan Metode Menemu Baling (Refleksi Hari Guru Nasional 25 November)
kompasiana
Hari Guru 2018 

Oleh: SRI SUPADMI SPD
Kepsek SMPN 2 Kusan Hulu Tanahbumbu

Salah satu tantangan terberat bagi dunia pendidikan di Indonesia pada era globalisasi adalah menyiapkan manusia Indonesia yang cerdas, jujur, unggul, berkarakter, berdaya saing, dan memiliki spirit nasionalisme kebangsaan. Pemerintah secara terus-menerus mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu, relevansi,dan efisiensi manajemen pendidikan.

Usaha yang dilakukan pemerintah dalam upaya menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan jaman, perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. Program strategis pembaharuan dalam bidang pendidikan dilakukan pada semua jenjang pendidikan baik itu pendidikan tingkat dasar maupun tingkat menengah. Guru dan Tenaga kependidikan berperan dalam melaksanakan program strategis dalam peningkatan mutu pendidikan.

Guru Profesional dan Bermartabat
Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam mencapai visi Kemdikbud 2025 yaitu menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif. Oleh karena itu profesi guru harus dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Menjadi guru yang profesional dan bermartabat bukan hanya mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tetapi diharapkan guru mampu menjadikan teladan bagi siswanya, juga mampu berinovasi, berkarya, mampu melakukan penelitian, perubahan-perubahan, kreatif dan inovatif. Karena dengan begitu guru bisa melakukan literasi produktif, yaitu menciptakan karya yang berupa tulisan, artikel ilmiah, penelitian tindakan kelas untuk menyelesaikan problem-problem yang dialami selama mengajar dan membimbing siswa, mampu mengekspresikan ide-idenya untuk pembelajaran guru inovatif.

Selama ini guru merasa kesulitan dalam menulis ataupun membuat karya ilmiah. Padahal banyak sekali manfaat apabila guru bisa melakukan inovasi tersebut dan menghasilkan karya inovatif, keuntungan yang pasti akan menambah angka kredit bagi guru, sesuai dengan amanat peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang jabatan Fungsional guru dan Angka Kreditnya. Guru dituntut untuk dapat mengembangkan profesinya sebagai salah satu syarat untuk kenaikan pangkat dan angka kreditnya yaitu dengan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), membuat karya ilmiah, membuat publikasi ilmiah, serta karya inovasi lainnya.

Metode Menemu Baling
Metode Menemu Baling adalah sebuah cara menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga, merupakan salah satu metode yang bisa di gunakan oleh guru untuk mempermudah menuangkan ide-ide ataupun gagasan, karyanya, baik berupa artikel ilmiah, cerpen, puisi, maupun untuk mempermudah guru dalam metode belajar mengajar. Bahkan membantu guru dalam membuat buku dalam waktu yang sangat singkat.

Metode Menemu Baling adalah sebuah metode yang digunakan untuk mendukung Gerakan Literasi Sekolah ( GLS) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Gerakan Literasi Produktif Berbasis IT. Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Bapak Mampuono pada tahun 2016 pada saat di selenggarakan TOT gerakan literasi produktif berbasis IT di LPMP Surabaya.

Saat ini metode menemu baling sudah dapat diakses melalui aplikasi Android. Aplikasi yang berukuran sekitar 5 megabyte tersebut bisa di download dan diinstall dengan mudah, setelah itu tinggal diimplimentasikan. Semua menu yang ada di dalamnya sangat jelas dan beberapa tips untuk melakukan setingan yang bermanfaat sehingga Metode Menemu Baling dapat dilakukan secara offline juga tercantum di dalam petunjuknya.

Jika guru menggunakan metode ini, maka kecepatan menulis akan bisa menjadi 10 kali lipat, bahkan lebih dari kecepatan yang selama ini guru miliki. Metode Menemu baling merupakan akronim dari menulis dengan mulut, dan membaca dengan telinga. Jadi Metode Menemu Baling merupakan gabungan dari dua hal, yaitu Menemu dan Baling. Menemu atau menulis dengan mulut, berarti mengganti semua aktivitas menulis di keyboard computer atau di tablet/ android yang lain dengan ucapan. Jadi setiap kata yang kita ucapkan dalam bahasa yang di kenali perangkat akan langsung tertulis pada mesin pencatat saat itu juga.

Oleh karenanya pengguna aplikasi ini akan dapat menuliskan sejumlah besar teks hanya dalam waktu singkat. Kegiatan ini sifatnya fleksibel karena bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun juga asal digunakan gawai android. Hal ini tentunya dapat membantu mempermudah guru dan dosen juga profesi yang serupa dalam dunia tulis menulis.

Sedangkan baling atau membaca dengan telinga berarti mengubah teks bacaan ke dalam suara. Aktivitas membaca yang selama ini dilakukan secara manual dengan memberdayakan mata dan berisiko pada menurunnya daya penglihatan kita kini diganti dengan cara digital. Caranya dengan memfungsikan telinga sebagai pengganti mata. Kita cukup mendengarkan teks yang sudah diubah ke mesin menjadi suara dalam bahasa yang kita kenali dengan baik dan bisa kita dengarkan dengan nyaman kapanpun dan dimanapun. Dengan demikian aktifitas membaca yang berpotensi menurunkan daya penglihatan kita kini di revolusi secara digital menjadi aktifitas mendengarkan teks yang di bacakan oleh mesin yang tentu saja lebih aman untuk mata daripada membaca secara manual.

Baca Tulis Lebih Praktis
Dengan Metode Menemu Baling, menulis yang selama ini dianggap sulit menjadi lebih praktis dan mudah sekali. Setiap apapun yang kita ucapkan, saat itu juga akan tertuliskan. Demikian juga dengan membaca yang selama ini dianggap sebuah pekerjaan berat dan membuat orang malas melakukan, sekarang menjadi sesuatu yang sangat ringan dan asyik untuk dilakukan. Berpuluh-puluh buku dapat kita baca dalam hitungan hari, bukan dengan mata tetapi dengan telinga. Kecepatan membaca di dalam alatnya bisa diatur sedemikian rupa dari mulai yang sangat pelan sampai sangat cepat. Karena saking mudahnya kita bisa menulis dan membaca bahkan dengan memejamkan mata.

Metode Menemu Baling diharapkan akan dapat mempermudah guru untuk memenuhi tugas profesionalnya juga dapat memenuhi kewajibannya dalam memenuhi angka kreditnya dengan mudah. Guru tak lagi capek menulis dengan mengetik keybord, guru tak capek lagi membaca dengan kondisi mata lelah dan ngantuk. Dengan Metode Menemu Baling ini tujuannya agar dapat membantu guru untuk berkarya, berinovasi, baik dalam menulis artikel ilmiah populer, membuat karya ilmiah, bahkan membuat buku dalam waktu singkat dan mudah, sehingga guru akan dapat naik pangkat dengan mudah dan memperoleh angka kredit yang diharapkan.

Jadi dengan Metode Menemu Baling, guru akan dapat menumbuhkan semangat, aktivitas dalam membaca dan menulis, mengaktualisasikan diri sehingga menghasilkan karya inovasi demi untuk kemajuan negeri di tengah-tengah era globalisasi. Kemajuan suatu bangsa tercermin dari giat tidaknya budaya membaca dan menulis. Budaya membaca dan menulis merupakan cerminan dari kemajuan bangsa sebagai titik pangkal pembeda masyarakat “Primitif” dengan masyarakat “beradab”. Penguasaan menulis harus diiringi dengan kegiatan membaca secara kontinyu. Optimalisasi budaya membaca dan menulis perlu terus ditingkatkan, karena upaya untuk meretas komunikasi global. Ciri paling penting dari kaum intelektual adalah keberaniannya untuk menyampaikan sesuatu yang benar itu benar dan yang salah itu salah (intellectual courage). Hanya bangsa yang mempunyai minat membaca paling tinggi yang akan menjadi bangsa yang besar dan maju. Selamat Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-73 PGRI! Jayalah Guru Indonesia. Semoga terus menjadi guru yang profesional dan bermartabat. Aamin. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved