Kisah Penyebar 843 Meme Hoaks di Sosmed yang Menyerang Ahok dan Jokowi Soal PKI

Kisah Penyebar 843 Meme Hoaks di Sosmed yang Menyerang Ahok dan Jokowi Soal PKI

Kisah Penyebar 843 Meme Hoaks di Sosmed yang Menyerang Ahok dan Jokowi Soal PKI
(KOMPAS.com/Devina Halim)
Kasubdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes (Pol) Dani Kustoni (tengah) saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pengendali akun atau admin Suara Rakyat 23, JD yang telah menyebar hoaks dan ujaran kebencian di Instagram ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, di daerah Lueng Bata, Banda Aceh, pada 15 Oktober 2018.

Selama ini dia beroperasi dengan nama samaran SR23 dan mengendalikan beberapa akun Instagram "Suara Rakyat 23".

Atas tindakannya tersebut, pria berusia 27 tahun itu ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, di daerah Lueng Bata, Banda Aceh, pada 15 Oktober 2018.

JD diketahui telah menyebarkan ujaran-ujaran tersebut sejak akhir tahun 2016. Tujuannya waktu itu adalah untuk menyerang mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang terjerat kasus penistaan agama.

Baca: Kronologi Penangkapan Pembunuh Levie Prisilia oleh Polisi, Terekam CCTV dan Pengakuan Herman

Baca: Sosok Levie Prisilia Diungkap Saudara Tertuanya, Kisah Kesehariannya Sebelum Ditemukan di Mobil

Baca: Hasil Akhir Persipura Jayapura vs PSMS Medan Liga 1 2018, Skor 3-1, Gol Boaz Benamkan PSMS

"Awalnya dari kasus Ahok karena menista agama, jadi timbul niat untuk melawan Ahok," kata JD kepada wartawan, di Kantor di Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018).

Kemudian, tindakan tersebut masih terus berlanjut hingga ia ditangkap pada bulan lalu. Ketika iu, dia telah mengendalikan beberapa akun.

Pengikutnya bahkan pernah mencapai angka 100.000 orang. Namun, jumlah tersebut sudah menurun menjadi sekitar 69.000 pengikut.

Alasannya, ada akunnya yang sudah ditangguhkan (suspend) oleh media sosial itu karena menyalahi standar penggunaan media sosial terkait.

Konten-konten yang ia bagikan mengandung pornografi, berita bohong, ujaran kebencian berbasis suku, agama, ras, dan golongan (SARA). Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang online itu juga mengunggah foto atau meme.

Baca: Live Beinsport 2! Live Streaming Eibar vs Real Madrid Liga Spanyol Bisa Ditonton Dengan Cara ini

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Link live streaming Arema FC vs Barito Putera via live O Channel Liga 1 2018

Salah satu unggahannya menyinggung soal keterkaitan Presiden RI Joko Widodo dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Halaman
12
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved