Kriminalitas Regional

Pria Ini Tewas Usai Dibakar Hidup-hidup, Gara-garanya Ajak Istri Teman Isap Sabu

Begitu melihat Sudirman, pelaku langsung menganiaya korban dengan palu. Korban roboh bersimbah darah

Pria Ini Tewas Usai Dibakar Hidup-hidup, Gara-garanya Ajak Istri Teman Isap Sabu
KOMPAS.com/ MEI LEANDA
Benjonson Situmorang dengan luka tembakan saat diamankan tim Pegasus Polsek Percut Seituan, Jumat (23/11/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MEDAN - Mengetahui istrinya diajari mengisap sabu oleh temannya sendiri, Benjonson Situmorang (30) kalap.

Sambil menenteng palu dan botol berisi bensin, dia mencari keberadaan Sudirman alias Pai (35), warga Desa Tumpatan Nibung, Gang Tanom, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Hampir magrib, langkahnya sampai ke lapangan sepak bola reformasi Pasar IX, Desa Bandar Kalipah, Kecamatan Percut Seituan.

Baca: Jelang Laga Timnas Indonesia vs Filipina Piala AFF 2018, PSSI Sudah Jual 29.000 Tiket

Saksi Marolop E Manik (27) dan Hendra Gunawan Sihite (22) yang ditemui pelaku di belakang Swalayan Irian sekitar lokasi sempat bertanya untuk apa palu dan bensin yang dibawa pelaku.

Sambil melangkah pergi, pelaku menjawab untuk membunuh korban. Begitu melihat Sudirman, pelaku langsung menganiaya korban dengan palu. Korban roboh bersimbah darah. Setelah itu pelaku menyiram tubuh korban dengan bensin lalu membakarnya.

Baca: Live MNC TV! Live Streaming Man United vs Crystal Palace Liga Inggris Bisa Ditonton Dengan Cara ini

"Pelaku tak terima istrinya diajari nyabu sama korban," kata Kapolsek Percut Seituan Kompol Faidil Zikri, Jumat (23/11/2018).

Korban yang terbakar sempat ditolong warga dengan menyiramkan air parit ke tubuhnya, sementara pelaku kabur.

Setelah api padam, korban dibawa ke rumah sakit Citra Medika Medan-Batangkuis. Namun karena luka bakarnya cukup parah, korban dirujuk ke Rumah Sakit Pirngadi Medan.

Baca: Hasil Akhir Eibar vs Real Madrid Liga Spanyol Pekan 13: Skor Akhir 3-0, Berkah Tulisan Indonesia?

"Luka bakar yang dialami korban sampai 80 persen, luka di kepalanya juga cukup parah, korban akhirnya meninggal dunia siang tadi," ungkap Faidil.

Berkat informasi warga, tak lama pelaku pun ditangkap tim Pegasus Polsek Percut Seituan di kawasan Percut Seituan.

"Dalam waktu sembilan jam, pelaku kita tangkap. Namun terpaksa kita lumpuhkan dengan timah panas karena melakukan perlawanan. Kita sita barang bukti berupa pau, pakaian korban, botol plastik bekas bensin, dan becak motor yang digunakan pelaku untuk melarikan diri," sambung dia.

Baca: Tulisan Indonesia di Jersey Eibar Ternyata Bawa Hoki, Kalahkan Real Madrid 3-0

Faidil menjelaskan, akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 340 junto 338 subsider Pasal 183 dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara.

"Bisa juga hukumannya seumur hidup dan hukuman mati," tegas dia.

Berita ini juga ada di KOMPAS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved