CPNS 2018

Berlaku Pada Tiap Formasi yang Kosong, ini yang Berhak Mengikuti SKB

Kepala BKD dan Pengembangan SDM Kabupaten Banjar, Mada Teruna, mengatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM se-Kalimantan Selatan

Berlaku Pada Tiap Formasi yang Kosong, ini yang Berhak Mengikuti SKB
BPost Cetak
Banjarmasin Post Edisi Cetak Minggu (25/11/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kepala BKD dan Pengembangan SDM Kabupaten Banjar, Mada Teruna, mengatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM se-Kalimantan Selatan bertolak ke Jakarta untuk mengikuti rapat koordinasi dengan petinggi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Minggu (25/11).

"Rakor di Jakarta itu membahas tentang rencana penggabungan passing grade dan perankingan seleksi CPNS 2018. Kita (Kalsel) kena jadwal hari kedua yakni Minggu 25 November," ujar Mada Teruna, Sabtu (24/11).

Mada menegaskan para peserta seleksi CPNS yang lulus passing grade tak perlu berkecil hati.

Mereka akan masuk kelompok pertama untuk mengikuti tahap seleksi berikutnya yakni SKB.

Sedangkan berdasar rencana penggabungan passing grade dan perankingan, mereka yang berhak mengikuti SKB adalah yang menempati posisi ranking satu hingga tiga.

Baca: Ayo Latihan Soal Tes SKB CPNS 2018! Tersedia Formasi Guru hingga Tenaga Kesehatan, Download Disini!

Baca: BKN Rekonsiliasi Hasil SKD CPNS 2018 dengan Pemda, Ini Jadwal & Materi Tes SKB, Go Awal Desember!

Baca: Jadwal Tes SKB CPNS 2018 1-4 Desember, Simak Cara Pengisian Formasi Kosong dengan Sistem Ranking

Baca: Ini Cara Kemenpan RB Isi Formasi Kosong CPNS 2018 untuk Formasi Umum, Khusus dan Instansi Daerah

Itu pun hanya berlaku pada tiap formasi yang kosong.

"Jadi bukan perankingan secara umum, tapi berdasar formasi masing-masing. Ini yang harus dipahami oleh para peserta, jangan salah tafsir," ujarnya.

Peserta yang lulus passing grade, kata Mada, tetap wajib mengikuti seleksi lanjutan, SKB.

Kecuali peserta dari kelompok honorer atau K2 yang dinyatakan langsung lulus menjadi CPNS ketika lulus seleksi passing grade.

"Itu karena K2 dianggap telah memiliki kompetensi bidang. Beda dengan peserta umum yang dianggap belum memiliki kompetensi bidang, sehingga harus ikut seleksi SKB setelah lulus passing grade," ujarnya.

 Sementara itu, Kasubdit Formasi dan Karir BKD Kabupaten Batola, Yusfik Jauhari, mengatakan saat ini panitia seleksi nasional (panselnas) belum memberikan hasil seleksi SKD secara resmi.

“Sementara ini, kami belum bisa memberikan komentar apa-apa. Soalnya hasil SKD secara resmi belum kami terima dai Panselnas,” ujarnya.

Yusfik berharap kuota formasi CPNS untuk Kabupaten Batola sebanyak 127 orang bisa terpenuhi.

“Saat ini dua pegawai BKD Batola sedang berada di BKN Jakarta. Mereka bertugas melakukan rekonsiliasi data penerimaan CPNS tersebut,” ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved