Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Dihujani 9 Tusukan di Tubuh, Sulaiman Tetap Hidup, Kapolres: Cekcok di Warung Jablai HST

Cekcok di warung malam, atau yang di kenal warung jablai yang berujung pembacokan kembali terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Dihujani 9 Tusukan di Tubuh, Sulaiman Tetap Hidup, Kapolres: Cekcok di Warung Jablai HST
istinmewa
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Cekcok di warung malam, atau yang di kenal warung jablai yang berujung pembacokan kembali terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Sabtu 24 November 2018, sekitar pukul 22.15 wita, Sulaiman Fahmi (30), warga Desa Hamak, Rt 02 Rw 01 Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, bersimbah darah akibat dibacok pengunjung warung malam lainnya dengan senjata tajam.

Meski berhasil diselamatkan warga yang segera menolongnya dengan membawa ke Klinik Mubarak di desa tersebut, korban mengalami luka cukup parah.

Dia terkena sembilan luka tusuk. Tiga luka tusuk di lengan sebelah kanan, dua luka di lengan kiri, satu di selangkangan, satu luka di bagian pinggang kanan dan dua luka tusuk lagi di bagian belakang.

Baca: Live Beinsport 1! Live Streaming Bournemouth vs Arsenal Liga Inggris Bisa Ditonton Pakai Cara Ini

Parahnya luka yang dialami korban membuat pihak klinik Mubarak akhirnya merujuknya ke RSUD Damanhuri Barabai, untuk tindakan pengobatan selanjutnya.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id, Minggu (25/11/2018) menjelaskan, pelaku sampai sekarang masih dalam pengejaran tim Resmob Satreskrim Polres HST.

Baca: VIDEO - Link Live Streaming RCTI Timnas Indonesia vs Filipina di Piala AFF 2018, Demi Rekor!

Mengenai terjadinya perkelahian tersebut, berawal saat korban datang ke sebuah warung malam di Desa Barikin bersama temannya, Ipin. Selang beberapa waktu, datang pelaku bersama temannya ke warung tersebut. Di sana terjadi cekcok mulut, namun belum diketahui apa yang diributkan. Setelah saling adu mulut, korban berjalan ke belakang warung, kemudian diikuti oleh pelaku.

“Menurut saksi, sempat terjadi kejar-kejaran sampai ke jalan raya, dan berhenti di depan kubah Desa Barikin. Selanjutnya terjadilah penusukan tersebut, hingga korban terluka parah. Sedangkan pelakunya langsung melarikan diri, melihat korban sudah ambruk,” kata Kapolres.

Beruntung warga yang menyaksikan kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan, dengan membawa ke klinik Mubarak.

Namun, akhirnya di rujuk ke RSUD H Damanhuri Barabai. Di HST kasus perkelahian, berujung penganiayaan hingga pembunuhan sering terjadi, berawal dari bertemu di warung malam. Pelaku dan korban pun kebanyakan pengujung warung malam dari berbagai desa.

Untuk penanganan kasus tersebut lebih lanjut, ditangani Polsek Haruyan. Kapolres menyatakan, sebenarnya pihaknya sudah sering melakukan razia senjata tajam di warung-warung malam di wilayah HST.

Bahkan sudah banyak pembawa senjata tajam di warung malam tertangkap dan dijerat UU Darurat tentang senjata tajam, yang ancaman hukuman maksimalnya 10 tahun.

Tapi masih saja ada yang berani membawanya. “Sebagai antisipasi, kami akan terus menerus melakukan razia rutin untuk menciptakan kamtibmas yang kondusif. Jika ada yang tertangkap membawa senjata tanpa izin, akan dijerat UU Sajam, yang ancaman hukumannya cukup berat,” kata Kapolres. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved