Kriminalitas Regional

HOAKS - Video Penangkapan 2 Penculik Anak di Aceh Utara, Begini Penjelasan Polisi Aceh Utara

Kapolsek Baktiya, Aceh Utara, Ipda Mahmud mengatakan, kedua perempuan di dalam video tersebut bukan penculik.

HOAKS - Video Penangkapan 2 Penculik Anak di Aceh Utara, Begini Penjelasan Polisi Aceh Utara
KOMPAS.com/Masriadi
Polres Aceh Utara melansir informasi hoaks (kabar bohong) tentang penculikan anak di Baktiya, Aceh Utara, Minggu (25/11/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kepolisian memastikan informasi yang beredar soal penangkapan dua penculik anak di Desa Matang Reudeub, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara adalah tidak benar.

Kabar tersebut diunggah oleh akun facebook dengan nama Yoen Nayoen yang kemudian menyebar di media sosial.

Kapolsek Baktiya, Aceh Utara, Ipda Mahmud mengatakan, kedua perempuan di dalam video tersebut bukan penculik.

Keduanya adalah M (39) warga Desa Lang Nibong, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara dan temannya D (33) warga Desa Lueng Sa, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur.

Baca: Cuma 24 Peserta yang Memenuhi Passing Grade CPNS 2018, Banjarmasin Masih Kekurangan 1.358 Guru

“Mereka dua hari lalu, 23 November 2018 ditangkap warga. Lalu diserahkan ke Polsek. Foto-fotonya beredar di media sosial dan disebut sebagai pelaku penculikan anak. Saya tegaskan, itu tidak benar. Mereka bukan penculik anak,” kata Kapolsek, Minggu (25/11/2018)

Dia menjelaskan, keduanya telah dikembalikan ke keluarganya setelah diperiksa oleh polisi.

Menurut Kapolsek, keluarga membawa surat keterangan sakit jiwa yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Jiwa, Banda Aceh.

Baca: VIDEO - Link Live Streaming RCTI Timnas Indonesia vs Filipina di Piala AFF 2018, Demi Rekor!

“Menurut informasi, mereka turun dari mobil sejenis minibus. Entah siapa yang melihat mereka turun dari minibus ini juga belum diketahui. Keduanya senang terhadap anak-anak, bahkan sempat mencium anak-anak di desa itu. Ini pula yang dikira warga sebagai pelaku penculikan,” katanya.

“Kami imbau jangan sembarang posting jika belum tahu pasti kebenarannya. Jangan membuat ketakutan di tengah masyarakat kita,” pungkasnya.

Belakangan, akun Yoen Nayoen menghapus unggahannya. Dia juga mengunggah keterangan resmi polisi lewat website milik Polres Aceh Utara.

Berita Ini Juga Ada di KOMPAS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved