Berita Hulu Sungai Tengah

Jalan Kaki 2 Hari 2 Malam, 26 TPS di Pegunungan Meratus HST Kategori Rawan

TPS tersebut berada di wilayah pegunungan Meratus dimana sarana transportasi baik kendaraan roda dua mupun roda empat

Jalan Kaki 2 Hari 2 Malam, 26 TPS di Pegunungan Meratus HST Kategori Rawan
Istimewa
Warga Juhu beristirahat dalam perjalanan pulang ke desa mereka setelah tutrun gunung ke kota kecamatan. Untuk mencapai desa Juhu di kecamatan Batangalai Timur, HST tersebut harus berjalan kaki dua hari waktu perjalanan, karena tak ada akses jalan yang bisa dilewati sarana transportasi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sebanyak 26 tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dinyatakan rawan, karena kondisi geografisnya.

TPS tersebut berada di wilayah pegunungan Meratus dimana sarana transportasi baik kendaraan roda dua mupun roda empat sulit menjangkaunya karena kondisi jalan dengan tanjakan tajam berbatu maupun tanah merah yang becek saat diguyur hujan.

Sebagian lagi berada di wilayah perairan rawa, yang hanya bisa dijangkau sarana transportasi air.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (25/11/2018) menjelaskan, total jumlah TPS di HST dari 161 desa adalah 936. Dari jumlah 26 TPS yang rawan terebut, 18 TPS masuk kategori rawan satu dan dua TPS rawan dua.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Kalteng Putra vs PSS Sleman via Youtube di Liga 2 2018

Salah satu TPS rawan satu tersebut, adalah di Desa Juhu, dimana desa itu hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki selama dua hari dua malam, berdasarkan pengalaman petugas yang mendrop logistic ke desa sangat terpencil tersebut. Kondisi pegunungan di sana tak ada akses jalan seped motor, karena melewati hutan.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming PSM vs Bali United di Liga 1 2018, Link Indosiar & Vidio.com

“Bahkan, pada kondisi kemiringan bukit dilewati petugas pengantar logistik yang didampingi anggota TNI/Polri harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mendakinya,”kata Sabana. Kapolres mengatakan, ada dua Bhabinkamtibas yang berpengalaman menjadi pengawal men-drop logistik ke lokasi tersebut.

Baca: BPN HSU Evaluasi Kinerja PPAT, Hindari Akta Jual Beli Tanah Ilegal

Untuk Pemilu 2019 mendatang, Polres HST kembali akan mengerahkan anggota Polri sebagai pendamping petugas logistik ke pedalaman. Termasuk Desa Juhu, Aingbantai, serta desa terpencil lainnya yang masuk kategori rawan satu.

Sedangkan untuk kategori rawan dua, TPS-nya ada di Kecamatan Labuanamas Utara, yaitu Desa Awanglandas. Desa tersebut, hanya bisa dijangkau transportasi air, karena masyarakatnya juga hidup di atas lanting (rumah di atas air).

Meski demikian, Sabana memastikan kondisi HST cukup kondusif karena pihaknya terus berkoordinasi dengan tokoh agama. Juga tokoh masyarakat dan tokoh adat, serta pemerintah kabupaten untuk mewujudkan pemilu damai.

Baca: Live Streaming Timnas Indonesia vs Filipina Piala AFF 2018 Malam ini via Link Live Streaming RCTI

Dijelaskan, dari 963 TPS se HST, kebutuhan personel pengamanan TPS 409 personel. Terdiri personel Polres HST 220, BKO dari Polda Kalsel 189 personel, BKO Brimob satu pleton, Linmas 1.926 orang, TNI dua pleton, dari Kodim 1002 Barabai dan Batalyon 621 Manuntung.

Untuk mendukung distribusi logistic ke daerah rawan, Polres HST kata Sabana, meminta Pemkab mengalokasikan dana tambahan untuk distribusi logistik ke daerah terpencil.

"Karena untuk mengangkut kotak suara berjalan kaki, menggunakan jasa porter warga yang terbiasa mendaki pegunungan,”katanya. Dijelaskan, meski ada beberapa daerah rawan dan bahkan sangat terpencil, pihaknya optimistis Pemilu 2019 mendatang aman dan terkendali. Kabupaten HST dibagi empat daerah pemilihan (Dapil).

Dapil HST 1, di kecamatan Barabai, Batubenawa dan Hantakan, Dapil HST 2 Kecamatan Labuanamas Selatan dan Haruyan, Dapil HST 3, Kecamatan Labuanamas Utara dan Pandawan, serta Dapil HST 4, Kecamatan Batangalai Utara, Batangalai Selatan, Batangalai Timur dan Limpasu.

Ketua KPU HST Johransyah, mengatakan terkait anggaran untuk distribusi logistik ke TPS-TPS di desa terpencil maupun sangat terpencil, sudah direncanakan dalam RKAKL DIPA 2019. “Kami juga berharap, dananya sesuai perencanaan.

Johransyah menyebutkan, daerah sangat terpencil selain Juhu sebagai desa terjauh, adalah AIngbantai, dia TPS, Muarahungi satu TPS, Haruyan Dayak dan KIndingan, satu TPS. “UNtuk kegiatan di sana selama Pemilu, kami bekerjasama dengan TNI/Polri,”kata Johransyah. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved