Kriminalitas Regional

Kesadisan Paman Terungkap Setelah Murid SD Ini Keguguran saat Jam Sekolahnya

Kasus tersebut terungkap saat korban mengalami keguguran di sekolahnya. Salah satu guru tempat korban bersekolah melaporkan

Kesadisan Paman Terungkap Setelah Murid SD Ini Keguguran saat Jam Sekolahnya
youtube
Ilustrasi pencabulan bocah SD 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SURABAYA - Polrestabes Surabaya mengamankan seorang pria yang tega mencabuli bocah kelas 5 SD di Surabaya, hingga hamil.

Kasus tersebut terungkap saat korban mengalami keguguran di sekolahnya. Salah satu guru tempat korban bersekolah melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian, pada Kamis (8/11/2018).

Ironisnya, pelaku yang tega mencabuli korban berusia 13 tahun adalah pamannya sendiri. Kepala Unit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengungkapkan, pelaku pencabulan tersebut adalah K (53).

Warga asal Kecamatan Sambikerep, Surabaya, itu telah melakukan aksi bejatnya selama satu tahun, yakni sejak 2017 lalu.

Baca: Cuma 24 yang Memenuhi Passing Grade CPNS 2018, Banjarmasin Masih Kekurangan 1.358 Guru

Korban yang merupakan seorang yatim piatu tinggal bersama di rumah K.

"Korban hamil dan keguguran saat jam sekolah. Dari sana gurunya tahu dan melaporkan kepada kami (kepolisian)," ucap Ruth Yeni, dikonfirmasi, Minggu (25/11/2018).

Baca: Bukan Reino Barack, Paranormal Ini Ramal Luna Maya Temukan Jodoh Dari Masa Lalu

Modus yang dilakukan K, kata Yeni, adalah mendatangi kamar korban. Saat korban tertidur, K mengajak korban bersetubuh.

"Pengakuan (pelaku), korban dicabuli sejak Agustus 2017 sampai September 2018," ungkap Yeni.

Selama setahun itu, pelaku meminta korban untuk tidak menceritakan perbuatannya kepada siapa pun.

Hingga pada akhirnya, kasus itu baru terbongkar saat korban mengalami keguguran di sekolah.

Kini, pelaku meringkuk di balik jeruji besi Polrestabes Surabaya. Tersangka K dijerat dengan Pasal 81 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Berita Ini Juga Ada di KOMPAS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved