CPNS 2018

Sistem Ranking untuk Peserta CPNS 2018, Begini Penjelasan Deputi SDM Kemenpan-RB

DEPUTI Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PAN RB, Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)

Sistem Ranking untuk Peserta CPNS 2018, Begini Penjelasan Deputi SDM Kemenpan-RB
BPost Cetak
Banjarmasin Post Edisi Cetak Minggu (25/11/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - DEPUTI Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PAN RB, Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 yang dianggap tidak lolos masih bisa mengikuti tahapan selajutnya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Aturan tersebut termuat dalam Peraturan Menteri PAN RB Nomor 61 Tahun 2018.

Peraturan tersebut menjelaskan bahwa peserta SKB CPNS 2018 terdiri dari dua kelompok.

Kelompok pertama yaitu peserta SKD yang memenuhi ambang batas atau passing grade.

Kelompok kedua, peserta yang tidak memenuhi passing grade, tetapi mempunyai peringkat terbaik dari nilai kumulatif SKD.

Namun, peserta yang tidak memenuhi passing grade ini diberikan suatu aturan, salah satunya nilai minimal SKD untuk masing-masing formasi.

Baca: Lirik Lagu Hymne Guru di Peringatan Hari Guru Nasional, 25 November Untuk Guru Tercinta

Baca: Daftar Ucapan Selamat Hari Guru 2018 Dalam Bahasa Inggris dan Artinya Pas Untuk Whatsapp, Facebook

Baca: BKN Rekonsiliasi Hasil SKD CPNS 2018 dengan Pemda, Ini Jadwal & Materi Tes SKB, Go Awal Desember!

Baca: Ayo Latihan Soal Tes SKB CPNS 2018! Tersedia Formasi Guru hingga Tenaga Kesehatan, Download Disini!

Berdasarkan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 61 Tahun 2018, kelulusan berdasarkan pemeringkatan nilai kumulatif ini diberlakukan apabila tidak ada peserta SKD yang dapat memenuhi passing grade pada formasi yang telah ditetapkan atau belum tercukupinya jumlah peserta SKD yang memenuhi nilai ambang batas untuk memenuhi jumlah alokasi formasi yang telah ditetapkan.

Adapun ketentuan nilai kumulatif SKD bagi formasi umum, untuk jabatan dokter spesialis dan instruktur penerbang paling rendah 255.

Formasi umum untuk jabatan petugas ukur, rescuer, anak buah kapal, pengamat gunung api, penjaga mercusuar, pelatih/pawang hewan, penjaga tahanan, lulusan terbaik, dan disapora juga dikenai aturan yang sama, yaitu nilai kumulatif paling rendah 255.

Sementara untuk formasi penyandang disabilitas, formasi tenaga guru dan tenaga medis/paramedis dari eks tenaga honorer kategori II, serta formasi putra/putri Papua dan Papua Barat mempunyai nilai kumulatif paling rendah 220.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved