Berita Hulu Sungai Utara

Upaya Perluas Penjualan Ampulung HSU Melalui Media Online

Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus berupaya memperluas target pemasaran kerajinan Anyaman purun dan ilung (Ampulung).

Upaya Perluas Penjualan Ampulung HSU Melalui Media Online
istimewa/ humas pemkab HSU
Salah satu tim pengembangan ekonomi dari BI Kalsel Shodiqin turun langsung ke warga untuk memberikan bantuan serta dukungan kepada pengajin, Minggu (25/11/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus berupaya memperluas target pemasaran kerajinan Anyaman purun dan ilung (Ampulung).

Satu diantaranya dengan cara menjual hasil kerajinan ke luar daerah menggunakan media online.

Terlebih saat ini media online menjadi sumber referensi masyarakat untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan. Kerajinan rotan atau purun menjadi komoditas terbesar kedua setelah kain sasirangan.

Program Pemerintah Kabupaten HSU ini mendapat dukungan dari Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan.

Salah satu tim pengembangan ekonomi dari BI Kalsel Shodiqin turun langsung ke warga untuk memberikan bantuan serta dukungan kepada pengajin, Minggu (25/11/2018).

Baca: Kisah Nenek Mamistar, Puluhan Tahun Tinggal di Gubuk Reyot yang Atapnya Berlubang di Balangan

Baca: Jawab Tantangan Titiek Soeharto Rp 50 Ribu Dapat Apa, Hasto dan Djarot Lakukan Ini

Baca: Hasil Akhir PSM Makassar vs Bali United - Skor 4-0, Persib Bandung Gagal Juara Liga 1 2018

Baca: Hasil Akhir Kalteng Putra vs PSS Sleman di Semifinal Liga 2 2018 - Skor 0-0, Diguyur Hujan Deras!

Shodiqin mengatakan kerajinan anyaman rotan seperti tikar, lampit, dan furniture di Kabupaten HSU berkembang dengan pesat.

Untuk mempertahankan hal tersebut diperlukan peningkatan kemampuan pengrajin, penerapan konsep produksi, dan dalam pengolahannya beberapa produk diselesaikan oleh SDM dengan efisien waktu, dilakukan dengan apik dan menghasilkan produksi yang berkualitas.

"Diharapkan dengan pelatihan yang diberikan pada pengrajin dapat menjadikan anyaman rotan berkembang maju, dan mengikuti kebutuhan pasar saat ini," ujarnya.

Pihak BI Kalsel juga memberikan bantuan program sosial Bank Indonesia untuk ternak itik dan anyaman rotan. "Kami berharap kerjasama ini dapat mendorong sektor real dan UMKM, peningkatan pasar dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Komunikasi, koordinasi, sinergitas, evaluasi, dan monitiring sektor real dan UMKM di Kabupaten HSU bersama BI Kalsel diharapkan bisa terus terjalin, hal ini disampaikan Drs.H. Akhmad Rifaniansyah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda HSU.

"Di Kabupaten HSU memang memiliki potensi besar untuk pengembangan Ampulung, dengan ketersediaan bahan baku di daerah rawa serta bahan baku lain yang harganya terjangkaul, HSU juga memiliki pengrajin yanh terlatih dengan teknik anyaman yang khas danunik, Ampulung sudah ditetapkan sebangai produk unggulan daerah," ujarnya.

Baca: Live Beinsport 1! Live Streaming Bournemouth vs Arsenal Liga Inggris Bisa Ditonton Pakai Cara Ini

Baca: Kisah Jokowi Tampilkan Foto Tito Karnavian ke Tim Kampanye Daerahnya di Pilpres 2019

Akhmad Rifaniansyah menambahkan penjualan diperluas dengan pemasaran berbasis online. Ada batuan komputer untuk memasarkan produk melalui online. Produk sudah ada yang dijual sampai ke luar negeri seperi ke Perancis dan Polandia.

"Kami terus menguatkan kesediaan bahan baku dan pengrajin untuk memenuhi pemesanan. Kedepannya akan ada pemberdayaan anak muda untuk menjadi tim pemasaran agar bisa lebih memajukan unit usaha," ujarnya.

Dalam kesempatan itu sekaligus penyerahan bantuan kandang komunal itik balagung pada kelompok peternakan itik Tambah Jaya di Desa Kayakah Kecamatan Amuntai Selatan. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Aula BPKAD lantai dua Kabupaten HSU dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) . (banjarmasinpost.co.id/ reni kurnia wati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved