Berita Hulu Sungai Tengah

Ketua NU Beberkan Ada Puluhan Rentenir di Pasar Barabai, Pemkab HST Lakukan Ini

Ketua NU Cabang Hulu Sungai Tengah, KH NAwawi Hasan membeberkan adanya praktek rentenir di Pasar Barabai

Ketua NU Beberkan Ada Puluhan Rentenir di Pasar Barabai, Pemkab HST Lakukan Ini
Hanani
KH Nawawi Hasan, Ketua NU HST saat memberikan masukan terkait penertiban pedagang diPasar Hanyar Barabai, Senin (26/11/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Ketua NU Cabang Hulu Sungai Tengah, KH NAwawi Hasan membeberkan adanya praktek rentenir di Pasar Barabai, dengan target ara pedagang-pedagang kecil yang tak punya modal.

Mereka memberikan pinjaman kepada para pedagang, namum dengan bunga yang “mencekik”. Hal tersebut, sebut Guru Nawawi bisa jadi membuat pedagang harus kejar setoran, dan menjadi alasan mereka tak sabar saat pengaturan lokasi berjualan.

Selama ini, yang menjadi alasan sebagian pedagang tak mau masuk ke pasar agrobisnis, karena berjualan di luar bangunan lebih ramai pembeli. Alasan lainnya, tak dapat tempat strategis (di bagian depan), hingga alasan petaknya sempit.

Baca: VIDEO - Tega Cabuli Anak Kandung Selama 14 Tahun, Ayah Bejad Ini Lakukan Tiga Kali Seminggu

“Mungkin saja soal kejar setoran untuk bayar bunga kepada rentenir tadi sehingga mereka dikejar target,”kata Guru Nawawi, saat pertemuan silaturahmi dengan jajaran pemerintahan, sekaligus meminta masukan para ulama HST terkait penertiban pasar Barabai, di Pendopo Kabupaten, Senin (26/11/2018).

Disebutkan, berdasarkan penelusuran pihak NU, saat ini ada puluhan rentenir di Pasar Hanyar, yang membuat pedagang terjerat utang. Mereka menyasar pedagang kecil yang minim permodalan.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! LIVE STREAMING UseeTV Persib vs Persija Final Liga 1 U-19 2018

“Misalnya ngutang Rp 1 juta, bayar sama bunganya menjadi Rp 1,5 juta secara dicicil. Padahal ini jelas riba”kata Nawawi Hasan. Diapun meminta pemerintah mencarikan solusi terkait permodalan pedagang kecil tersebut, agar mereka tak terjerat riba.

“Sementara ini,ada pihak yang memberikan solusi pinjaman tanpa bunga, yaitu Al Umm. Namun, belum menyentuh semuanya. Kami harapkan agar ada solusi untuk mencegah hal tersebut,” katanya.

Terkait pasar agrobisnis modern, Nawawi menyatakan masyarakat HST semestinya bersyukur atas perhatian pemerintah kabupaten HST yang menyediakan pasar yang lebih layak ketimbang pedagang berjualan di tempat yang becek.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! LIVE STREAMING INDOSIAR, Live Streaming Persebaya vs Bhayangkara FC Liga 1 2018

“Sudah seharusnya kita jangan berbelanja di luar area pasar, yang memicu ketidak tertiban pedagang. Jika semua masyarakat hanya mau berbelanja di dalam bangunan pasar modern, pastinya mau tidak mau mereka menaati aturan karena tidak ada pembeli di tempat illegal,”tandasnya. Ditambahkan, Islam, adalah agama yang mengajarkan ketertiban dalam setiap tatanan kehidupan.

Satpol PP yang diberi tugas menertibkan, tak bisa melakukannya sendiri tanpa didukung kesadaran masyarakat dan pedagang. “Kadang, ada faktor kemanusiaan yang membuat mereka tak bisa bertindak tegas. Jadi untuk menciptakan ketertiban tak bisa hanya mengandalkan Satpol PP,”imbuhnya.

Sementara, Ustadz H Syarkawi dari Matang Ginalon mengatakan, pasar merupakan lingkungan yang juga harus dijaga kebersihannya. “Jangan sampai kotor dan semrawut. Sebab jika itu terjadi dimurkai Allah. Allah membenci orang yang tak mejaga kebersihan. Islam dibina dan dibentuk atas kebersihan. Sebagai pendakwah jelas dia harus terus menyadarkan masyarakat.

“Melalui masjelis taklim, dan ceramahdi masjid, sampaikan dengan dalil-dalilnya. Selama ini, mungkin saja mereka tak tahu dalil, insya Allah jika tahu akan sadar,”katanya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved