Kriminalitas Kabupaten Banjar

Komisioner KPU Ditetapkan Jadi Tersangka Baru, Terpidana Korupsi KPU Banjar Masih Hirup Udara Bebas

Mantan Komisioner KPU Kabupaten Banjar, Tarmiji Nawawi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi anggaran Pemilu 2014 sebesar Rp 2,4 miliar

Komisioner KPU Ditetapkan Jadi Tersangka Baru, Terpidana Korupsi KPU Banjar Masih Hirup Udara Bebas
Hasby
Evan Adi Wicaksana 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mantan Komisioner KPU Kabupaten Banjar, Tarmiji Nawawi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi anggaran Pemilu 2014 sebesar Rp 2,4 miliar. Kabar ini mengejutkan komisioner KPU Banjar menjabat periode 2018-2023.

Anggota KPU Banjar, M Zain ketika ditanya terkait kabar tersebut mengaku terkejut. Dirinya justru tidak mengetahui permasalahan apa yang menyebabkan Tarmiji Nawawi hingga ditetapkan menjadi tersangka oleh jajaran Polda Kalsel.

"Tidak mengetahui persis apa permasalahannya, daripada salah nantinya. Saya no comment," tutupnya, Senin (26/11).

Ketua KPU Banjar, Muhaimin terkejut ketika mengetahui kabar bahwa pendahulunya komisioner KPU Banjar, Tarmiji Nawawi ditetapkan menjadi tersangka. Dirinya membenarkan bahwa Tarmiji Nawawi merupakan komisioner KPU Banjar sebelum dirinya menjabat dan yang bersangkutan satu angkatan dengan Ahmad Faisal yang perkaranya masih menunggu salinan putusan Mahkamah Agung terkait eksekusinya.

Baca: BKN Umumkan Tes SKB CPNS 2018 Mulai 4 Desember, Simak Penjelasan Tahapannya di Sini

"Seangkatan Pak Faisal, terus terang terkejut dan baru mendengar kabarnya. Keseharian beliau sosok yang ramah dan silaturahmi kami dengan beliau baik-baik saja, tidak ada masalah, terbukti saat kepengurusan KPU baru zaman kami sowan dengan pengurus lama," katanya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar sempat ingin mengeksekusi Ahmad Faisal yang menjadi terpidana korupsi KPU Banjar pada Agustus 2018. Namun hingga sekarang niat tersebut urung dilakukan Kejari hingga pucuk kepemimpinan di korps baju cokelah itu berganti dari Slamet Siswanta ke Muji Martopo.

Kasipidsus Kabupaten Banjar, Tri Taruna Fariadi mengatakan, sesuai koordinasi dengan tim jaksa eksekui menunggu hasil salinan putusan dari MA menurut 270 KUHAP.

Baca: VIDEO - Rebutan Jadwal Giliran Angkut Pasir Berujung Tebasan di Leher, Ikun Saleh Tewas Mengenaskan

Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar sudah beberapa kali memanggil terpidana kasus korupsi KPU Banjar, Ahmad Faisal. Terkait adanya
petikan dari Mahkamah Agung yang mana dalam petikan tertulis Majelis Hakim diketuai oleh Prof Surya Jaya dan anggota M Askin, Leopold Hutagalung. Ketiganya merupakan hakim agung adhoc tipikor MA RI berisikan untuk melakukan eksekusi terpidana yang sebelumnya merupakan tahanan kota.

Jaksa Fungsional, Evan Adi Wicaksana menambahkan, pihaknya berpedoman pada pasal 270 KUHAP, terkait pelaksanaan putusan pengadilan. Yakni, pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dilakukan oleh jaksa yang untuk itu panitera mengirimkan salinan surat putusan kepadanya.

Sebelumnya, Jaksa Fungsional Evan Adi Wicaksana membenarkan sudah menerima petikan dari Mahkamah Agung. Dalam petikan tertulis Majelis Hakim diketuai oleh Prof Surya Jaya dan anggota M Askin, Leopold Hutagalung yang mana ketiganya merupakan hakim agung adhoc tipikor MA RI.

Baca: VIDEO - Tega Cabuli Anak Kandung Selama 14 Tahun, Ayah Bejad Ini Lakukan Tiga Kali Seminggu

Halaman
12
Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved