Berita Hulu Sungai Tengah

Program Bedah Rumah Sempat Terkendala, Penyebabnya Ternyata Soal Kayu dan Tukang

Tahun anggaran 2018 segera berakhir 31 Desember mendatang. Sejumlah program pembangunan fisik pun terus dikebut. Di antaranya, program bedah rumah

Program Bedah Rumah Sempat Terkendala, Penyebabnya Ternyata Soal Kayu dan Tukang
Dinas Perkim HST
Tim dari Dinas Perumahan dan Permukiman, saat memantau realisasi program bedah rumah di salah satu rumah sasaran program di Kecamatan Labuanamas Utara beberap waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Tahun anggaran 2018 segera berakhir 31 Desember mendatang. Sejumlah program pembangunan fisik pun terus dikebut. Di antaranya, program bedah rumah untuk keluarga tak mampu, baik yang bersumber dari dana APBN, maupun APBD kabupaten.

Khusus untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swaday (BSPS) regular dana APBN 2018 Satker Penyediaan Perumahan, telah terealisasi 308 unit.

Program tersebut tersebar di Kecamatan Labuanamas Utara, Labuanamas Selatan dan Pandawan. Sedangkan program dengan dana yag bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) Bantuan Rumah Swadaya, terealisasi 304 unit.

Baca: Hasil Persib vs Persija di Final Liga 1 U-19 2018 : Skor Babak Pertama 1-0, Gol Ilham Qolba

Selebihnya, untuk program bedah rumah yang dibiayai APBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sebanyak 142 unit, tersebar di delapan kecamatan, dan 126 desa.

Kabid Perumahan dan Kawasan Permukinam Dinas Perumahan dan Permukiman HST, Syafaat, kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (26/11/2018) menjelaskan, untuk program yang didani APBN maupun DAK, sudah berhasil terealisasi 100 persen dari target 2018.

Baca: Hasil Persib vs Persija di Final Liga 1 U-19 2018 : Skor Sementara 1-0, Gol Ilham Qolba

Sedangkan program yang dibiayai APBD HST, masing-masing desa berbeda realisasinya. “Ada yang sudah 100 persen, 80 persen bahkan ada yang baru 50 persen,”sebutnya.

Adapun kendala yang dihadapi pihak pelaksana di lapangan adalah masalah ketersediaan kayu papan sebagai bahan dasar membangun rumah. Saat ini, jelas Syafaat ketersediaan papan sedikit langka, karena program ini juga berbarengan dengan kabupaten lain, sehingga kebutuhan akan papan meningkat.

Baca: VIDEO - Rebutan Jadwal Giliran Angkut Pasir Berujung Tebasan di Leher, Ikun Saleh Tewas Mengenaskan

"Termasuk masalah tenaga tukang, mengingat banyaknya unit yang harus dibangun, sehingga tukang-tukang juga banyak job sehingga harus dikerjakan bergantian,” jelasnya.

Adapun untuk program bedah rumah yang dibiayai Pemrov Kalsel, kata Syafaat dilaksanakan melalui Dinas Sosial. Dinas Perkim sendiri baru melaksanakan program tersebut sejak 2017-2018.

Baca: VIDEO - Rebutan Jadwal Giliran Angkut Pasir Berujung Tebasan di Leher, Ikun Saleh Tewas Mengenaskan

Sebelumnya, pada 2016 dilaksanakan Dinas PU dan Pengembangan Wilayah untuk dana APBN. Sedangkan untuk dana APBD HST dulunya dikelola DInas Sosial.

Sejak dilaksanakan 2016, total rumah warga tak mampu yangtak layak huni dan telah tersentuh program bedah rumah sampai 2018, menurut Syafaat sekitar 2.500-an. Untuk itu ada sekitar 3.500 unit lagi yang menjadi target di HST, ditargetkan tuntas 20121.

Untuk kelanjutan program bedah rumah 2019 mendatang, HST menurut Syafaat menargetkan 308 unit dari dana APBN, 175 unit dari dana DAK serta 340 unit dari dana APBD HST.

Adapun alokasi anggaran dari APBN maupun ABPD per unit rumah, senilai Rp 15 juta. Sedangkan untuk ukuran rumahnya, tergantung masing-msing sasaran (pemilik rumah) dengan catatan boleh menambah luas ukuran dengan menambah dana sendiri.

“Karena ini program swadaya, bantuan lebih bersifat stimulant sehingga diharpkan pihak keluarga sasaran bisa membantu supaya rumah penerima program lebih layak,” pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved