Ekonomi dan Bisnis

Terinspirasi dari Panen Tomat, Wanita ini Berinovasi Menciptakan Produk Berbahan Baku Tomat

Produk murah dan mudah didapat, bisa menjadi produk yang bernilai tinggi bila dikreasikan lebih kreatif.

Terinspirasi dari Panen Tomat, Wanita ini Berinovasi Menciptakan Produk Berbahan Baku Tomat
istimewa
Dhianita Prawitri dengan produk tomatnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Produk murah dan mudah didapat, bisa menjadi produk yang bernilai tinggi bila dikreasikan lebih kreatif.

Hal ini yang mendasari Dhianita Prawitri untuk membuka usaha dengan bahan baku tomat.

Di bawah bendera Rumah Kreasi Tomat Banjarbaru, ia memulai bisnis ini sejak Januari 2018.

"Inspirasi awalnya saat saya saya melihat tomat sedang panen dan harganya dijual sangat murah harga Rp 2.000/kg. Kemudian saya mencoba untuk membuat kreasi makanan yang berbahan tomat," ujar Dhianita.

Setelahnya ia membuat manisan tomat, hingga akhirnya saya diberikan motivasi untuk berinovasi mengeluarkan produk baru dari rantai produksi tomat sehingga tidak ada bahan baku tomat yg terbuang.

Baca: Laudya Cynthia Bella Membuat Sasirangan, Kain Khas Kalsel dan Berpose di Negeri Atas Awan Ini

Baca: Reaksi Ayu Ting Ting Saat Bilqis Minta Ayah Baru, Bakal Segera Mengabulkan Permintaan sang Putri?

Baca: Buntut Postingan Maruli Tampubolon bersama Reino Barack, Luna Maya Malah Dapat Pembelaan

"Kemudian ada muncul ide membuat selai, sirup dan permen tomat," ungkap warga Banjarbaru ini.

Saat ini ia sudah memiliki empat produk yang berbahan dasar tomat untuk dipasarkan dengan harga Rp 15 ribu per item.

"Semua produk harganya sama Rp 15 ribu, untuk manisan tomat ukuran 100 gram, selai 200 gram, permen 100 gram, sirup 350ml, dan ada juga roti gembung untuk selai tomat," rincinya.

Selain memasarkan produk secara online, ia juga sudah memasuki ritel-ritel modern maupun sentra toko oleh-oleh di Banjarmasin dan Banjarbaru.

Menurutnya kunci strategi bersaing UKMnya hanya dengan menjadi unik dari UKM lain, yang mana masih belum produk yang mengangkat tomat sebagai bahan baku utamanya.

"Harapan saya bisa mengangkat nilai ekonomi tomat sehingga tomat lokal bisa naik kelas, tidak hanya jadi komoditi sayur tapi bisa diolah menjadi produk unggulan kreatif lainnya," harapnya.

Ia sendiri mengidamkan ada tempat untuk semua orang bisa datang ke kebun tomat mini sambil melihat proses produksi.

"Jadi konsumen bisa menikmati produk yang ditata rapi di store, dilengkapi tempat bermain dan tempat makan yang semuanya bernuansa tomat," ungkapnya.

Meski demikian ia terkadang terkendala harga tomat yang fluktuatif.
"Tomat ini kadang murah sekali, tapi juga bisa mahal sekali, saat murah harganya hanya Rp 2,4 ribu sampai Rp 5 ribu perkilogram. Tetapi pas mahal bisa mencapai Rp 8 ribu hingga Rp 16 ribu perkilogram," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved