Advetorial BNNK HSS

BNNK HSS Sosialisasikan Bahaya Narkoba Kepada Pelajar SMP di Kandangan

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Hulu Sungai Selatan (HSS) terus berupaya dalam melaksanakan upaya P4GN

BNNK HSS Sosialisasikan Bahaya Narkoba Kepada Pelajar SMP di Kandangan
istimewa/ BNNK HSS
BNNK Hulu Sungai Selatan mengundang SMP Se-Kandangan untuk diberikan informasi dan pemahaman tentang bahaya Narkoba yang kini mulai menyasar kalangan remaja dan pelajar. Kegiatan yang dilaksanakan pada kamis (22/11) lalu di Aula SMPN 2 Kandangan ini dihadiri sejumlah guru pendamping dan pelajar dari SMPN 1 Kandangan, SMPN 2 Kandangan, SMPN 3 Kandangan, dan SMPN 4 Kandangan. 

BANJARMASIN POST.CO ID, KANDANGAN - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Hulu Sungai Selatan (HSS) terus berupaya dalam melaksanakan upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kabupaten HSS.

Satu di antara upaya yang dilaksanakan oleh BNNK HSS adalah kegiatan diseminasi Informasi P4GN di lingkungan pelajar dan institusi pendidikan yang ada di Kandangan.

Belum lama tadi, BNNK Hulu Sungai Selatan mengundang SMP Se-Kandangan untuk diberikan informasi dan pemahaman tentang bahaya Narkoba yang kini mulai menyasar kalangan remaja dan pelajar.

Kegiatan yang dilaksanakan pada kamis (22/11) lalu di Aula SMPN 2 Kandangan ini dihadiri sejumlah guru pendamping dan pelajar dari SMPN 1 Kandangan, SMPN 2 Kandangan, SMPN 3 Kandangan, dan SMPN 4 Kandangan.

BNNK Hulu Sungai Selatan mengundang SMP Se-Kandangan
BNNK Hulu Sungai Selatan mengundang SMP Se-Kandangan (istimewa/ BNNK HSS)

Mereka diberikan materi tentang bahaya Narkoba dan pentingnya peran pelajar dan guru dalam upaya pencegahan Narkoba, khususnya di lingkungan sekolah.

BNNK Hulu Sungai Selatan mengundang SMP Se-Kandangan
BNNK Hulu Sungai Selatan mengundang SMP Se-Kandangan (istimewa/ BNNK HSS)

Materi ini langsung dibawakan oleh Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK HSS M Faisal Sidiq dan dihadiri Kepala BNNK HSS Maserup.

Menurut M Faisal Sidiq, sekarang ini kalangan pelajar dinilai merupakan kelompok yang rentan disasar oleh bandar Narkoba dalam mengedarkan Narkoba.

Apalagi trend Narkoba sekarang cenderung dipasarkan dalam jenis obat daftar G dan sedian farmasi yang harganya lebih murah dan cenderung mudah untuk disalahgunakan seperti pil zenith.

Hal ini menjadi salah satu kesempatan yang digunakan para bandar narkoba untuk menggiring dan merusak generasi muda untuk terjerus lebih dalam ke jenis narkoba yang lebih “kuat”.

Berdasarkan hasil Survey Nasional Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia, yang dilakukan oleh BNN bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (PUSLITKES UI) pada tahun 2017, prevalensi penyalahguna Narkoba pada kelompok pelajar adalah sebesar 24%.

"Banyak faktor penyebabnya, salah satunya adalah kurangnya pemahaman tentang Narkoba dan bahaya penyalahgunaannya," katanya, Selasa, (27/11/2018).

Ditambah lagi dengan sifat dasar remaja yang mudah tertarik untuk mencoba hal-hal baru yang belum diketahui, sehingga memudahkan sindikat Narkoba untuk menjerumuskan para remaja dalam jerat Narkoba.

Kepala sekolah SMPN 2 Kandangan Hj Roos Anita selaku tuan rumah kegiatan menyambut positif kegiatan itu. Ditegaskannya bahwa sangat penting membekali para pelajar sekarang ini tentang pengetahuan tentang narkoba.

Hal ini dikarenakan mulai maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar sekolah. Apalagi pengetahun tentang Narkoba ini sangat sedikit didapat di sekolah itu pun hanya pada beberapa jam mata pelajaran tertentu di kelas 9.

"Dengan adanya kegiatan itu, maka akan semakin menambah pengetahuan pelajar tentang bahaya narkoba dan diharapkan para peserta dapat melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekolahnya dari terjadinya penyalahgunaan narkoba," katanya. (AOL/*)

Penulis: Aprianto
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved