Berita Kabupaten Banjar

Juru Mudi di Aranio Minta Jaket Pelampung, Camat Berharap Ada Bantuan Pemerintah

Kalangan juru mudi atau motoris kapal dari Aranio Kabupaten Banjar berharap pemerintah kembali menyalurkan bantuan jaket pelampung.

Juru Mudi di Aranio Minta Jaket Pelampung, Camat Berharap Ada Bantuan Pemerintah
banjarmasinpost.co.id/idda royani
ANTUSIAS - Lukman Hakim, perwakilan juru mudi Aranio, menyampaikan beberapa persoalan seperti bantuan jaket pelampung, asuransi, dan lainnya saat mengikuti bimtek keselamatan transportasi di aula kantor Camat Aranio, Selasa (27/11/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kalangan juru mudi atau motoris kapal Kabupaten Banjar berharap pemerintah kembali menyalurkan bantuan jaket pelampung. Pasalnya harga alat pengaman penumpang ini cukup mahal jika mesti dibeli secara swadaya.

"Jika nanti ada lagi bantuan (jaket pelampung), langsung saja dibagikan kepada para juru mudi, jangan ditumpuk atau dititipkan," cetus Lukman Hakim, juru mudi, Selasa (27/11).

Aspirasi itu menggema pada acara Bimbingan Teknis Keselamatan Transportasi Darat di aula kantor Kecamatan Aranio, Selasa kemarin. Kegiatan ini digelar oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XV Kalimantan Selatan.

Sebanyak 73 juru mudi di Kabupaten Banjar yang mengikuti acara tersebut, terutama dari Kecamatan Aranio. Selain masalah jaket pelampung, ada sejumlah aspirasi lainnya yang mereka utarakan seperti mengenai asuransi hingga perizinan transportasi perairan.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Champion Matchday 5 di RCTI Rabu Dini Hari, AS Roma vs Real Madrid

Baca: Hasil Tes SKD Masih Divalidasi BKN, Ini Teknis Tes SKB CPNS 2018 yang Harus Diketahui

Baca: Kemenag Informasikan Hasil Tes SKD dan Bocoran 3 Poin Tes SKB CPNS 2018

Umumnya kalangan juru mudi mengaku merasa berat jika mesti membeli sendiri jaket pelampung. Pasalnya penghasilan mereka pun tak seberapa, sedangkan harga jaket pelampung lumayan mahal mencapai ratusan ribu per unit.

"Saya dulu sekitar tahun 2013 dapat bantuan 5 unit jaket pelampung. Sekarang sisa tiga, sedangkan dua unit lainnya sudah rusak. Kami sih berharap ada bantuan lagi karena memang diperlukan untuk pengaman penumpang," ucap Najmianor, juru mudi dari Desa Paau.

Camat Aranio Taufiqurrahman mengatakan mengakui sebagian besar juru mudi di wilayahnya belum memiliki jaket pelampung dalam jumlah memadai. "Ya kan memang harganya mahal, setahu saya sekitar Rp 250 ribu. Semoga ada bantuan dari pemerintah," ucapnya. (banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved