Pilpres 2019

Pilpres 2019, Median : Jokowi-Ma'ruf Unggul di Jawa dan Desa, Tim Prabowo-Sandi Harus Lakukan Ini

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin unggul atas pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno di Pulau Jawa dan Desa

Pilpres 2019, Median : Jokowi-Ma'ruf Unggul di Jawa dan Desa, Tim Prabowo-Sandi Harus Lakukan Ini
Tribunnews/Dany Permana
Calon Presiden Prabowo Subianto (kiri) berpelukan dengan Calon Presiden Joko Widodo usai mengikuti acara Deklarasi Pilpres Berintegritas dan Damai, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014) lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Berdasarkan hasil surei Median, elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul atas pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dilansir dari Tribunnews.com, pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin unggul atas pasangan Pabowo-Sandiaga Uno di Pulau Jawa dan di desa-desa di Indonesia.

Menurut hasil survei Median yang dilakukan pada 4-16 November 2018 terhadap 1.200 responden, populasinya seluruh warga yang memiliki hak pilih, Jokowi-Ma'ruf mendapat kepercayaan di Pulau Jawa dan di desa-desa di Indonesia dengan elektabilitas 47,7 persen.

"Kalau kita lihat keunggulan Jokowi atas Prabowo di semua Pulau Jawa itu selisih kemenangannya lebih besar di Jawa daripada di luar Jawa, dan lebih besar dari desa daripada di kota," kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018).

Baca: LSI: Dukungan ke Jokowi dan Prabowo di Piplres 2019 Dipengaruhi Persepsi Kondisi Ekonomi

Hasil elektabilitas pasangan nomor urut 01 itu, kata Rico, kubu Jokowi punya gaya komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat pedesaan.

Jokowi juga kerap menggunakan simbol-simbol sehingga masyarakat bisa lebih mudah menangkap pesan.

"Tim Prabowo harus memikirkan bagaimana caranya memilih bahasa yang sederhana sehingga mereka bisa masuk kembali ke desa. Makanya sebenarnya Jokowi unggul di sana karena pandai dalam memilih simbol. Dulu dia waktu orang sibuk konflik, dia pilih simbol adu sarung tinju. Itu kan bahasa simbol, bahasa yang mudah dimengerti orang," papar Rico.

Pada poin itu, Jokowi menjadi lebih diterima di kalangan pedesaan.

Meski begitu, kubu Jokowi dinilai kedodoran saat adu gagasan dengan kubu Prabowo dikalangan perkotaan.

"Bahasa Prabowo-Sandi dan timnya itu bahasa yang menurut saya perkotaan, terlalu tinggi visi misi gagasan. Makanya mereka nggak kena di desa. Jokowi lebih jago. Itu juga kenapa Jokowi suaranya lebih rendah di kota karena memang secara adu gagasan mungkin agak kedodoran gitu," jelas Rico.

Baca: Prabowo Subianto Dituntut Minta Maaf Jelang Pilpres 2019, Ratusan Ojek Online Demo

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved