Berita Kalteng

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran : Pengawasan Diperketat Royalti Kalteng Naik Jadi Rp1,8 Triliun

sejak menjabat awal tahun 2016, awalnya pungutan royalti tambang yang masuk hanya sekitar Rp600 miliar lebih, namun, tiap tahun naik hingga saat ini.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran : Pengawasan Diperketat Royalti Kalteng Naik Jadi Rp1,8 Triliun
tribunkalteng.com/faturahman
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) terus dilakukan Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran, dengan mengarahkan jajarannya menggali potensi yang belum optimal dilakukan.

Salah satu yang jadi penekanan Gubernur Sugianto adalah kewajiban perusahaan dalam pembayaran royalti dari sektor pertambangan di Bumi Tambun Bungai dari hasil bumi berupa tambang batu bara, bijih besi dan potensi tambang lainnya.

Gubernur Sugianto memberikan penekanan kepada semua SOPD agar lebih giat dalam menggali potensi daerah yang bisa menghasilkan PAD. Sehingga, sejak menjabat awal tahun 2016, awalnya pungutan royalti tambang yang masuk hanya sekitar Rp 600 miliar lebih, namun, tiap tahun naik hingga saat ini mencapai Rp1,8 triliun.

Baca: Jadwal & Live Streaming Kalteng Putra vs PSS Sleman Leg 2 Semifinal Liga 2 2018 Sore ini

Baca: Link Live Streaming TV One & Jadwal PSS Sleman vs Kalteng Putra di Leg 2 Semifinal Liga 2 2018

Menurut Gubernur Sugianto, meningkatnya pemasukan dari sektor royalti tersebut, tidak lepas dari kerjasama Pemerintah Provinsi Kalteng dengan pihak kepolisian dan Kejaksaan terutama dalam masalah pengawasan dan penyelamatan sumber daya alam di Kalteng khususnya sektor pertambangan.

Sugianto menggenjot , Dinas ESDM dalam mengejar dan mengawasi keluarnya hasil tambang di Kalteng yang akan diangkut keluar daerah dan mendesak investor untuk membayar royalti setiap operaaional keluarnya hasil tambang." Terbukti semua terlampaui dan melebihi target yang diinginkan," ujar Sugianto.

Dijelaskan, tahun 2017 royalti sektor tambang atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ke negara mencapai Rp1,7 triliun, melebihi 150 persen dari target negara. “Royalti atau PNBP sektor pertambangan terus naik dan meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini masuk bulan November sudah diangka sekitar Rp1,8 triliun, mudah mudahan hingga akhir tahun bisa tembus Rp2 triliun," ujarnya lagi.

Tentu lanjutnya, ini semua berkat doa masyarakat Kalteng, kerjasama kepolisian dan kejaksaan dalam pengawasan sehingga Pemprov Kalteng, melalui Dinas ESDM melakukan pengawasan dengan baik,” ucap Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran lagi.

Baca: Marcus/Kevin, Jonatan dan Anthony Ginting Ikuti Tes CPNS, Menpora: Smash mpin. .

Baca: Link Live Streaming Semen Padang vs Persita via YouTube Liga2Match & Live Streaming Usee TV

Pembagian PAD untuk royalti, untuk pemasukan Provinsi Kalteng mencapai 16 persen, sedangkan kabupaten penghasil akan mendapatkan sebesar 32 persen sisanya Kabupaten dan kota dan pusat sebanyak 20 persen.

Kadis ESDM Ermal Subhan, mengatakan, PNBP sektor tambang mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dibandingkan tahun tahun sebelumnya. "Dinas ESDM terus melakukan pemantauan dan pengawasan baik melalui sistem online serta di lapangan," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved