Berita Kabupaten Banjar

Kasus DBD di Kabupaten Banjar Meningkat, Kenali Ini Gejalanya

Kasus demam berdarah atau dikenal DBD meningkat di Kabupaten Banjar. Berdasarkan data di Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura Kabupaten Banjar.

Kasus DBD di Kabupaten Banjar Meningkat, Kenali Ini Gejalanya
banjarmasinpost.co.id/ibrahim ashabirin
Ilustrasi- Dokter memeriksa anak pasien DBD 

BANJARMASINPOST.CO.ID -- Kasus demam berdarah atau dikenal DBD meningkat di Kabupaten Banjar. Berdasarkan data di Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura Kabupaten Banjar, menunjukan angka penderita yang tergolong tinggi, pasiennya tidak hanya anak-anak, tetapi juga dewasa.

Subbag Hukum, Data dan Kehumasan RS Ratu Zalecha, Oky Supriady menyebutkan, untuk Agustus 2018 ada sebanyak 35 penderita DBD yang dirawat di RS Ratu Zalecha, sebanyak 17 orang diantaranya merupakan pasien anak. Pada September ada sebanyak 33 penderita DBD dan 21 diantaranya pasien anak.

Sedangkan pada Oktober sebanyak 62 pasien DBD dan 35 orang diantaranya pasien anak. Pada November 2018, pasien DBD di RSUD Ratu Zalecha sebanyak 24 orang, 14 di antaranya merupakan pasien anak.Namun menurut Oky, untuk pasien selama bulan November ini belumlah terdata semua, dikarenakan berkoordinasi dengan data ruang perawatan.

Dia menjelaskan,saat ini tempat tidur yang ada di RSUD Ratu Zalecha masih bisa menampung pasien anak yang rawat inap, tetapi jika untuk menambah ruangan atau tempat tidur maka pihaknya bisa saja.Tentunya terlebih dulu perlu melihat seberapa besar kasus penyakit yang ada di puskesmas-puskesmas.

Baca: Hasil Semen Padang vs Persita Tangerang, Skor Babak Pertama 2-1, Persita Masih Genggam Tiket Promosi

Dokter Spesialis Anak di RSUD Ratu Zalecha, dr Nailil Muna mengatakan, kasus DBD merupakan infeksi virus melaui gigitan nyamuk. Dia mengakui pada akhir-akhir ini terjadi peningkatan kasus DBD tersebut.

Dijelaskannya untuk gejala DBD yakni terjadi demam antara dua sampai tujuh hari, disertai keluhan nyeri otot, nyeri sendi, mual dan muntah-muntah. Bisa pula terjadi pendarahan pada hidung atau mimisan, pendarahan pada gusi yang diketahui saat gosok gigi atai bisa pula tangan anak-anak saat korek hidung menjadi berdarah yang mana semua itu terjadi akibat trombosit rendah.

"Kasus DBD meningkat pada musim hujan, karena banyak genangan air. Genangan air inilah menjadi tempat beranak nyamuk-nyamuk dan virus DBD ada pada nyamuk," katanya, Rabu (28/11/2018).

Dia juga menjelaskan, masyarakat perlu mengetahui penanganan-penanganan jika muncul gejala-gejala DBD. Disebutkannya, saat terjadi demam awal, maka segera berikan obat penurun panas seperti Paracetamol, kemudian perbanyak meminum air atau menambah cairan tubuh.

Baca: Hasil PSS Sleman vs Kalteng Putra, Skor Babak Pertama 1-0, Selangkah PSS Promosi ke Liga 1

Terpenting adalah jangan sampai penderita shock, karena bisa menyebabkan tekanan darah turun secara tiba-tiba, sehingga aliran darah dari jantung tidak mencukupi untuk tubuh. Kemduian kaki tangan akan menjadi dingin, air kencing pekat dan bagi anak-anak ditunjukan dengan gejala kesadaran menurun atau tidak peduli dengan lingkungannya.

Cara mencegahnya yakni bisa melakukan 3M,menutup semua tempat penampungan air tempat berkembang biaknya jentik nyamuk, menguras dan menutup rapat tempat penampungan air seperti yang ada di dispenser, kulkas , serta mengubur semua benda-benda bekas yang berpotensi bisa menampung air hujan.

"Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Ventilasi rumah yang bagus, pencahayaan yang bagus menghindari sarang-sarang nyamuk di sekitar dan diharapkan kasus DBD tidak meningkat serta masyarakat mengetahui gejala awal dan memeriksakannya di Puskesmas terdekat," tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah membenarkan, kasus DBD di Kabupaten Banjar meningkat. Kasus yang bertambah di Kecamatan Simpangempat dan Sambungmakmur serta Karangintan.

"Hanya saja untuk data lengkapnya masih menunggu laporan. Kami himbau masyarakat untuk melaksanakan pola hidup bersih dan sehat," tambah Ikhwansyah. (banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved