B Focus Pesisir

Pemkab Tanahlaut Terbuka bagi Investor, tapi dengan Syarat ini

KETUA Komisi II DPRD Kabupaten Tanahlaut, Made Lutre, mengaku tidak mengetahui perihal investor yang mengadukan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut

Pemkab Tanahlaut Terbuka bagi Investor, tapi dengan Syarat ini
BPost Cetak
BFocus edisi cetak Rabu (27/11/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - KETUA Komisi II DPRD Kabupaten Tanahlaut, Made Lutre, mengaku tidak mengetahui perihal investor yang mengadukan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut ke Badan Koordinasi Penanaman Modal di Jakarta.

"Saya tidak tahu soal Pemerintah Kabupaten Tanahlaut diadukan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal di Jakarta. Saya hanya mempertanyakan nasib tenaga kerjanya," katanya.

Menurut Made Lutre, Pemkab Tanahlaut saat ini sudah sangat terbuka dan menyiapkan karpet merah bagi investor yang ingin berbisnis di bumi Tuntungpandang.

Namun, peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah harus menjadi acuan semua investor jika ingin berusaha.

Baca: Link Pengumuman Hasil Tes SKD CPNS 2018 Sudah Keluar, Kemenlu Jadi yang Pertama, Instansi Lain?

Baca: Curhat Syahrini Setelah Sebut Cintaku Kandas, Berkaitkan Kabar Kedekatan dengan Reino Barack?

Baca: Balangan Akan Umumkan Jumlah Peserta yang Akan Mengikuti Tes SKB, Cek Informasinya di Sini

Kawasan industri menengah ke bawah berada di Kecamatan Batibati serta sekitarnya dan kawasan industri menengah ke atas di wilayah Kecamatan Jorong serta sekitarnya.

"Kapasitas Komisi II hanya mempertanyakan tenaga kerja atau naker itu agar terjamin kelangsungan hubungan industrial," katanya.

Industri pengepakan rajungan di wilayah Kelurahan Angsau memang harus relokasi.

Itu karena masuk dalam wilayah kawasan permukiman yang mensyaratkan keamanan bagi warga sekitar dari aktivitas perindustrian dan limbahnya.

"Sudah ada penentuan kawasannya, industri menengah atau industri besar. Pemerintah Kabupaten Tanahlaut harus mencarikan solusi jika relokasi perusahaan, seperti bagaimana nasib para karyawannya," katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved